Mataram, IDN Times – Kanwil Kemenag NTB angkat bicara terkait kasus tragis yang menimpa tiga santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Kemenag NTB menilai adanya unsur kelalaian dari pengelola pesantren dalam mengawasi para santri, sehingga menyebabkan tiga santri terbakar, satu diantaranya meninggal dunia.
Ketua Tim Kerja Pondok Pesantren Kanwil Kemenag NTB, Hasbul Manan, mengatakan bahwa berdasarkan klarifikasi awal dari pimpinan Ponpes, insiden tersebut diklaim terjadi karena para santri bermain api, bukan sengaja dibakar. Peristiwa tersebut terjadi beberapa bulan lalu, tepatnya pada November 2025.
"Pengakuan dari pimpinan pondok, dia main api bukan dibakar. Tapi dia main api bahasanya," kata Hasbul dikonfirmasi Kamis (4/6/2026).
