Polisi Sebut Jasad Dalam Bangkai Kapal Wisata Anak Pelatih Valencia

- Jasad yang ditemukan adalah anak pelatih tim B sepak bola wanita klub Valencia, Fernando Martin, berusia 10 tahun asal Spanyol.
- Korban berada dalam bangkai kapal KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Komodo pada 26 Desember 2025.
- Dalam proses DVI, tim menemukan sejumlah ciri medis dan odontologi sebagai bukti primer untuk penetapan identitas korban meskipun kondisi jenazah mengalami pembusukan lanjut.
Kupang, IDN Times - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Nusa Tenggara Timur memastikan jenazah yang ditemukan dalam bangkai kapal KM Putri Sakinah adalah salah satu anak dari pelatih tim B sepak bola wanita klub Valencia, Fernando Martin.
Kepastian identifikasi ini disampaikan Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, usai proses pemeriksaan forensik dan pembandingan data ante mortem dan post mortem terhadap korban.
1. Hasil identifikasi memastikan jasad korban kecelakaan kapal

Jasad yang ditemukan di perairan Pulau Komodo ini dipastikan adalah Warga Negara Asing (WNA) Spanyol yang ikut tenggelam dalam KM Putri Sakinah di Selat Padar 26 Desember 2025 lalu. Saat itu kapal menuju Pulau Komodo.
"Berdasarkan hasil identifikasi dari Tim DVI Polres Manggarai Barat bersama tim medis RSUD Komodo, korban adalah laki-laki berusia 10 tahun asal Spanyol yang jadi korban laka laut KM Putri Sakinah,” ujar Henry.
Ia menegaskan Tim DVI Polda NTT agar bekerja secara profesional, teliti, dan mengedepankan standar kemanusiaan internasional, mengingat korban merupakan anak dan warga negara asing. Hal ini juga menjadi atensi Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko.
2. Korban berada dalam bangkai kapal

Jenazah anak ini sebelumnya ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita di perairan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari ke-12 pencarian korban. KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025 di Perairan Padar Selatan.
Awalnya seorang nelayan setempat menemukan bangkai kamar kapal yang diduga bagian dari KM Putri Sakinah. Kemudian bangkai tersebut ditarik ke pesisir dan ia menyadari ada bau menyengat. Saat itu ditemukan satu jenazah di dalamnya.
Temuan itu segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan, yang kemudian melakukan evakuasi menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere. Jenazah dievakuasi ke Labuan Bajo dan dibawa ke RSUD Komodo untuk proses identifikasi.
3. Kondisi korban sudsh dalam pembusukan saat ditemukan

Dalam proses DVI, jelas Henry, tim menemukan sejumlah ciri medis dan odontologi sebagai bukti primer, termasuk temuan gigi palsu pada bagian geraham, yang menjadi dasar kuat penetapan identitas korban meskipun kondisi jenazah mengalami pembusukan lanjut.
Polda NTT juga menghormati permintaan keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi visual maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan.
“Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya. Situasi di lapangan aman dan terkendali,” ucap Henry.

















