Mataram, IDN Times - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi menyatakan proyek pembangunan gedung shelter tsunami di dekat Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, tidak memberikan manfaat sama sekali.
Proyek yang menghabiskan anggaran Rp21 miliar itu, tidak dapat dimanfaatkan. Ahmadi mengatakan proyek itu dikerjakan pada 2014 dengan sumber anggaran Kementerian PUPR senilai Rp21 miliar.
"Belum sempat dipakai sejak tuntas dibangun. Malah kita mendapatkan mudarat. Gedung itu fungsinya kalau terjadi tsunami, tempat berkumpul, tempat evakuasi sementara," kata Ahmadi dikonfirmasi di Mataram, Selasa (16/7/2024).
