Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa Flores Merusak 186 Rumah, Evakuasi Warga Masih Berlangsung
Gedung hancur akibat gempa Flores. (Dok Istimewa)
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores merusak 186 rumah, dengan kerusakan terbanyak di Manggarai Barat; data BPBD NTT masih diperbarui saat pendataan lapangan berlangsung.

  • Selain permukiman, gempa berdampak pada sekolah, kantor, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan satu jalan di Manggarai Timur; 15 orang tercatat mengungsi sementara.

  • BPBD NTT mencatat 38 warga meninggal, 22 luka ringan, dan dua luka berat; Tim SAR masih mengevakuasi warga serta mencari satu orang tertimbun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa magnitudo 7,7 di Laut Flores merusak sedikitnya 186 rumah, menewaskan 38 orang, melukai 24 orang, dan menyebabkan kerusakan fasilitas umum di sejumlah kabupaten NTT.
  • Who?
    Warga di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ngada, dan wilayah terdampak lainnya menjadi korban. BPBD NTT, pemerintah daerah, instansi terkait, serta Tim SAR Gabungan melakukan pendataan dan evakuasi.
  • Where?
    Dampak gempa tercatat di Nusa Tenggara Timur, terutama Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ngada, dan Nagekeo. Pusat gempa berada di Laut Flores.
  • When?
    Pendataan kerusakan serta operasi evakuasi dan pencarian masih berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Why?
    Kerusakan, korban jiwa, dan pengungsian terjadi akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya.
  • How?
    BPBD mencatat kerusakan dan korban bersama pemerintah daerah serta instansi terkait. Tim SAR Gabungan mencari satu warga yang dilaporkan tertimbun dan mengevakuasi warga ke lokasi lebih aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar di Flores merusak 186 rumah. Banyak rumah rusak ada di Manggarai Barat. Ada 38 orang meninggal dan beberapa orang terluka. Tim penyelamat masih mencari satu orang yang tertimbun. Mereka juga membawa warga ke tempat aman. Sekolah, kantor, rumah sakit, tempat ibadah, dan jalan juga rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 186 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026). Selain kerusakan rumah, BPBD juga mencatat sejumlah fasilitas umum terdampak serta 38 orang meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Mahadin Sibarani melalui Analis Kebencanaan BPBD NTT Richard Pelt menyampaikan data sementara tersebut dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026). Data kerusakan dan korban masih terus diperbarui karena pendataan di lapangan masih berlangsung.

1. Kerusakan terbanyak di Manggarai Barat

Rumah warga, Kabupaten Manggarai, terdampak gempa 15 Agustus 2026. (Dok Istimewa)

Berdasarkan pendataan sementara BPBD NTT, kerusakan rumah terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Barat. Di wilayah ini terdapat 69 rumah rusak berat, 30 rumah rusak sedang, dan 16 rumah rusak ringan.

Sementara di Kabupaten Manggarai, gempa menyebabkan 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Adapun di Manggarai Timur terdapat 10 rumah rusak berat dan 23 rumah tercatat hancur total.

"Data sementara 15 orang masuk dalam data pengungsi," kata Mahadin.

2. Sejumlah fasilitas umum ikut terdampak

Evakuasi korban gempa Flores. (Dok Istimewa)

Selain rumah warga, BPBD NTT mencatat kerusakan pada sejumlah fasilitas umum akibat gempa. Di antaranya satu sekolah, lima kantor, tiga rumah sakit atau fasilitas kesehatan, serta dua tempat ibadah.

Di Manggarai Timur, terdapat satu sekolah dan dua kantor yang mengalami kerusakan. Dua tempat ibadah juga tercatat terdampak gempa di wilayah tersebut.

"Selain itu, terdapat satu jalan yang terdampak di Manggarai Timur," kata dia.

BPBD NTT menegaskan data kerusakan tersebut masih bersifat sementara. "Pendataan di lapangan masih terus dilakukan oleh BPBD bersama pemerintah daerah dan instansi terkait," tukasnya lagi.

3. Korban meninggal terbanyak di Manggarai

Tim SAR Gabungan menemukan korban akibat reruntuhan gempa Flores. (Dok Basarnas Maumere)

BPBD NTT juga membenarkan adanya 38 orang meninggal dunia akibat gempa. Selain itu, tercatat 22 orang mengalami luka ringan, dua orang luka berat, dan tidak ada warga yang dilaporkan hilang.

Jumlah korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 16 orang. Di wilayah yang sama, terdapat dua warga mengalami luka ringan dan satu orang mengalami luka berat.

"Sementara di Sikka tercatat 3 korban meninggal dan 6 orang mengalami luka ringan. Korban meninggal dunia juga tercatat di Manggarai Barat sebanyak satu orang dan Ngada satu orang," tukas dia.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan proses evakuasi dan penelusuran lokasi bencana masih berlangsung. Tim SAR Gabungan memprioritaskan pencarian terhadap satu warga yang dilaporkan tertimbun.

"Operasi SAR hingga kini masih berlangsung," tukasnya.

Tim gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan dengan mengutamakan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan personel. Sejumlah warga juga telah dievakuasi dari pelabuhan dan bangunan yang runtuh akibat gempa yang terjadi di wilayah Laut Flores.

Editorial Team

Related Article