Mataram, IDN Times - Perum Bulog berencana mengimpor 15 ribu ton beras dari Myanmar dan Pakistan untuk menjaga stabilitas stok pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Musazdin Said, mengungkapkan bahwa stok beras di NTB saat ini mencapai 34.700 ton, cukup untuk kebutuhan hingga empat bulan ke depan. Namun, dengan perkiraan panen padi baru pada April 2025 dan ancaman musim kemarau berkepanjangan, impor dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan.
“Kita perlu mendatangkan beras impor untuk mengantisipasi ketahanan stok pangan. Selain untuk NTB, stok ini juga akan mendukung provinsi lain seperti Bali dan NTT yang mengalami defisit beras,” jelas Said saat ditemui di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (31/10/2024).
