Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Investasi di NTB Tembus Rp36,9 Triliun, Serap 12.425 Tenaga Kerja

Investasi di NTB Tembus Rp36,9 Triliun, Serap 12.425 Tenaga Kerja
Pengerjaan proyek konstruksi di Kota Mataram, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Share Article

Mataram, IDN Times - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan bahwa realisasi investasi di wilayah tersebut mencapai Rp36,9 triliun hingga September 2024. Angka ini melebihi target yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI sebesar Rp26,9 triliun, serta melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB tahun 2024 yang sebesar Rp25,4 triliun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP NTB, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa pencapaian ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp28,3 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,6 triliun.

"Nilai investasi kita saat ini sudah mencapai 145 persen dari target RPJMD dan 137 persen dari target BKPM," ungkap Wahyu di Mataram, Rabu (30/10/2024).

1. Realisasi investasi tertinggi di Sumbawa Barat, terendah di Kota Bima

Plt Kepala DPMPTSP NTB Wahyu Hidayat. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Plt Kepala DPMPTSP NTB Wahyu Hidayat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Realisasi investasi tersebar di 10 kabupaten/kota dengan Kabupaten Sumbawa Barat mencatat angka tertinggi sebesar Rp30,6 triliun. Berikut rinciannya:

  • Sumbawa Barat: Rp30,6 triliun
  • Dompu: Rp1,37 triliun
  • Kota Mataram: Rp1,15 triliun
  • Sumbawa: Rp883,36 miliar
  • Lombok Utara: Rp856,34 miliar
  • Lombok Tengah: Rp758,88 miliar
  • Lombok Barat: Rp426,74 miliar
  • Bima: Rp420,09 miliar
  • Lombok Timur: Rp370,09 miliar
  • Kota Bima: Rp87,96 miliar

2. Sektor pertambangan dengan nilai investasi terbesar di NTB

Tambang Batu Hijau PT AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)
Tambang Batu Hijau PT AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)

Menurut Wahyu, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) menjadi kontributor utama dengan nilai investasi sebesar Rp23,83 triliun. Sektor industri berada di posisi kedua dengan Rp8,59 triliun, disusul sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan Rp2,66 triliun, serta sektor perdagangan sebesar Rp1,07 triliun.

Sektor lain yang juga berkontribusi adalah transportasi (Rp207,45 miliar), ketenagakerjaan (Rp192,59 miliar), kelautan dan perikanan (Rp160,77 miliar), serta sektor PUPR, peternakan, pertanian, dan perkebunan.

Investasi yang terealisasi hingga September 2024 tersebut berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 12.425 orang, yang terdiri dari 12.220 tenaga kerja lokal dan 205 tenaga kerja asing. Sumbawa Barat menjadi wilayah dengan penyerapan tenaga kerja asing terbanyak, yakni 137 orang, diikuti Lombok Utara dengan 29 orang.

3. Investasi di NTB meningkat signifikan

KEK Mandalika, salah satu kawasan investasi di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
KEK Mandalika, salah satu kawasan investasi di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pada Triwulan III 2024 (Juli-September), nilai investasi mencapai Rp11,4 triliun, mengalami peningkatan sebesar 1,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kabupaten Sumbawa Barat kembali mencatat nilai investasi tertinggi sebesar Rp8,6 triliun, disusul oleh Kabupaten Dompu (Rp854 miliar) dan Kota Mataram (Rp501 miliar).

Sementara itu, Kota Bima mencatat nilai investasi terendah pada Triwulan III sebesar Rp19,2 miliar, diikuti oleh Lombok Timur dan Lombok Barat dengan nilai masing-masing Rp46,5 miliar dan Rp157,8 miliar.

Wahyu mengungkapkan bahwa pencapaian ini mencerminkan daya tarik NTB sebagai daerah tujuan investasi, serta hasil dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki layanan perizinan dan iklim investasi yang kondusif.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
Muhammad Nasir
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News NTB

See More

Inovasi Pengolahan Tembaga di Sumbawa Barat Dapat Pengakuan Internasional

28 Mei 2026, 16:35 WIBNews