Bangunan SDN 1 Gereneng di Lotim Rusak, Guru dan Murid Was-was

Lombok Timur, IDN Times - Kondisi sejumlah gedung Sekolah Dasar (SD) di Lombok Timur (Lotim) semakin memprihatinkan. Banyak bangunan yang rusak parah disebabkan pelapukan karena termakan usia. Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran bagi guru maupun murid saat melakukan kegiatan belajar mengajar.
Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Greneng, Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur. Kodisi gedung sekolah sangat memprihatinkan, kondisi atap hampir ambruk dan tembok pecah. Hal itu disebabkan karena usia bangunan yang sudah sangat tua, dan tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah.
1. Gunakan musala sebagai ruang belajar

Kepala Sekolah SDN 1 Greneng, Mahdi mengatakan, karena kondisi ruang kelas yang nyaris ambruk, pihaknya terpaksa menggunakan musala, ruang UKS, dan dapur sebagai ruang kelas sementara.
Dijelaskan Mahdi, sekolahnya saat ini memiliki delapan rombongan belajar (rombel). Sementara ruang kelas yang layak pakai hanya 4 kelas, itu pun dua kelas atapnya mengalami kebocoran. Kondisi ini sangat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Para guru juga merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan murid mereka. Saat hujan, murid terpaksa belajar dengan menggunakan payung di dalam kelas. Jika hujan terlalu deras, pembelajaran harus dihentikan.
"Kami tidak berani menggunakan bangunan yang ada karena takut ambruk,” ujarnya.
2. Telah ajukan proposal ke dinas terkait

Terkait persoalan ini, pihaknya telah berusaha mengajukan permohonan bantuan ke dinas terkait, namun hingga kini belum ada tanggapan.
“Kami sudah berusaha mengajukan proposal ke dinas, jawabannya hanya menunggu. Harapannya, kami bisa mendapatkan bantuan ruangan," harapnya.
Di sekolah ini juga ada murid yang berprestasi, salah satunya juara satu tingkat nasional pencak silat. Tetapi meskipun berprestasi, ini luput dari perhatian pemerintah.
“Harapannya, segera ada perhatian, setidaknya untuk gedungnya dulu," ungkap Mahdi.
3. Tetap semangat belajar

Meskipun dalam kondisi yang serba terbatas, para guru dan murid tetap berusaha menciptakan suasana belajar yang nyaman. Salah satunya yaitu menghiasi kelas dengan sebaik mungkin agar anak-anak tetap merasa nyaman dan bahagia.
“Untuk menutupi kebosanan anak, kami menghias ruangan ini,” ujar Bu Ospah, salah seorang guru kelas.
Kondisi ini membutuhkan perhatian segera dari pemerintah dan pihak terkait agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan aman.
"Ini yang perlu diperhatikan pemerintah, kita berharap agar segera di renovasi," pungkasnya.



















