Salah satu pembalap muda yang meraih podium pertama pada race 1 MRS putaran kedua, Sabtu (20/6/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Pada 27-30 Januari 2026 lalu, Pertamina berkolaborasi dengan VR46 Riders Academy melatih 10 pembalap muda Indonesia di Sirkuit Mandalika. Sebanyak 10 pembalap muda Indonesia terpilih dari ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2025 mengikuti program pembinaan setelah melalui proses seleksi bersama PT Pertamina Lubricants dan Manajemen MRS dari kelas 150cc dan 250cc
Adapun daftar 10 pembalap muda Indonesia yang menjadi peserta program pelatihan oleh VR46 Riders Academy di Sirkuit Mandalika, antara lain Felix Putra Mulya, M. Haikal Ramadhan, Arai Agaska, Fadhil Musyavi, Abid Azhar Musyarafa, M. Jallu Vesgio, Kenzie Akbar, M. Arkana Ardin Kurniawan, Agam Pratama dan Ziven Rosul.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengatakan Kejurnas MRS merupakan ajang untuk mencetak regenerasi pembalap yang berprestasi di tingkat dunia, terutama dari kelas junior. Kejurnas MRS telah menjadi ajang balap motor bergengsi dalam menciptakan pembalap Indonesia yang siap tanding di kejuaraan internasional.
Dia menyebutkan sebanyak 106 pembalap mengikuti enam kelas yang diperlombakan. Enam kelas tersebut terdiri dari empat kelas Kejurnas National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600) serta Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) yang merupakan nama baru untuk kelas Junior Sport 150 U-15. Kemudian dua kelas pendukung yakni Underbone 150 dan Junior Sport 250 U-18.
Beberapa aturan baru akan diterapkan pada putaran kedua MRS 2026 untuk meningkatkan kualitas balapan. Antara lain, bagi pembalap yang melakukan jump start akan dikenai hukuman dua kali long lap penalty.
Kemudian jika terjadi seorang peserta tidak mendapat catatan waktu saat kualifikasi karena masalah teknis pada motor balapnya, peserta tersebut masih diizinkan ikut race dengan start dari pit exit setelah memberitahukan kepada Race Direction.
Selain itu, jumlah lap kelas National Sport 250 ditambah dua lap menjadi 12 dari sebelumnya 10 lap. Serta pelek motor balap di kelas Sport 150 materialnya bebas dengan ukuran mininum sesuai regulasi dan teregister produknya di IMI.