Kupang, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti 108 warga yang meninggal setelah gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan meminta pemerintah melakukan audit terbuka terhadap penanganan para penyintas. WALHI menilai tingginya angka kematian tidak langsung tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap sistem perlindungan dan penanggulangan bencana.
Berdasarkan catatan WALHI hingga 25 September 2026, total warga yang meninggal dunia mencapai 156 orang. Sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sedangkan 108 lainnya meninggal ketika berada di tenda atau lokasi pengungsian. Data BNPB per 28 September juga mencatat angka total korban meninggal yang sama, dengan 108 orang masuk kategori meninggal secara tidak langsung.
