Aktivitas pertambangan emas dan tembaga di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB. (dok. AMMAN)
Dari 10 kabupaten/kota, Sumbawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar di NTB, baik PMDN dan PMA. Irnadi menyebutkan realisasi PMDN di Kabupaten Sumbawa Barat menempati peringkat pertama dengan nilai investasi sebesar Rp13,37 triliun yang bersumber dari 190 proyek.
Kemudian Kabupaten Lombok Tengah berada di peringkat kedua dengan total realisasi Rp1,49 triliun melalui pengerjaan 348 proyek. Berikutnya, Kota Mataram di posisi ketiga dengan nilai investasi Rp244,95 miliar yang bersumber dari 808 proyek.
Selanjutnya, Kabupaten Bima berada di urutan keempat dengan menyerap investasi senilai Rp222,305 miliar dari 101 proyek. Sementara, Kabupaten Sumbawa menempati peringkat kelima dengan realisasi sebesar Rp186,459 miliar yang terbagi ke dalam 379 proyek.
Kabupaten Lombok Utara berada di posisi keenam dengan nilai realisasi Rp147,18 miliar dari total 163 proyek. Sedangkan Kabupaten Lombok Timur mencatatkan investasi senilai Rp116,09 miliar dengan sebaran aktivitas pada 288 proyek.
Kota Bima menduduki peringkat kedelapan dengan realisasi modal dalam negeri sebesar Rp59,83 miliar yang mencakup 184 proyek dan Kabupaten Lombok Barat berada di posisi kesembilan dengan realisasi senilai Rp55,8 miliar yang terbagi dalam 480 proyek. Sedangkan Kabupaten Dompu menempati posisi terakhir dalam realisasi PMDN dengan nilai Rp4,73 miliar dari 205 proyek.
Untuk PMA, Kabupaten Sumbawa Barat kembali menempati posisi pertama realisasi investasi asing dengan nilai Rp840,8 miliar dari total 304 proyek. Disusul Kabupaten Lombok Tengah berada di peringkat kedua dengan nilai Rp561,16 miliar dari 2.092 proyek.
Posisi ketiga ditempati Kabupaten Dompu dengan nilai investasi Rp362,34 miliar yang terkonsentrasi hanya pada 15 proyek. Selanjutnya, Kabupaten Lombok Utara berada di posisi keempat dengan realisasi modal asing sebesar Rp226,339 miliar dari 836 proyek.
Kabupaten Lombok Barat berada di urutan kelima dengan capaian Rp116,5 miliar yang terdistribusi ke dalam 381 proyek. Sedangkan Kota Mataram di posisi keenam dengan mencatatkan investasi asing senilai Rp26,05 miliar dari 151 proyek. Kabupaten Lombok Timur bertengger di posisi ketujuh dengan realisasi investasi asing sebesar Rp13,39 miliar dari 82 proyek.
Selanjutnya, Kabupaten Bima berada di peringkat kedelapan dengan nilai investasi asing sebesar Rp7,6 miliar yang berasal dari 31 proyek. Kabupaten Sumbawa menempati urutan kesembilan dengan nilai realisasi investasi asing Rp480,26 juta dari 36 proyek. Sedangkan Kota Bima nihil realisasi investasi asing meskipun terdapat laporan administrasi untuk 3 proyek.