Petani di Kota Mataram memanen padi di tengah ancaman El Nino pada 2023 lalu. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ditambahkan, ekonomi NTB triwulan IV 2023 dibandingkan triwulan III 2023 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 1,44 persen. Diungkapkan, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 33,14 persen.
Selanjutnya, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi tumbuh 14,40 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial Wajib tumbuh 6,71 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 6,04 persen dan jasa perusahaan tumbuh 2,36 persen.
Sementara itu, beberapa lapangan usaha lainnya yang terkontraksi yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 16,15 persen, industri pengolahan sebesar 15,51 persen, pengadaan listrik dan gas sebesar 5,33 persen. Kemudian penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 2,76 persen serta transportasi dan pergudangan sebesar 1,72 persen.
Perekonomian NTB berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan IV-2023 mencapai Rp 43,60 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 26,86 triliun
Sepanjang 2023, dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha konstruksi sebesar 10,87 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 8,98 persen.