Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rekonstruksi Desa Adat Sade Butuh Rp36 Miliar, Target Rampung Desember
Pembangunan kembali rumah adat di Dusun Sade Lombok Tengah, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemprov NTB mempercepat rekonstruksi Desa Adat Sade berdasarkan masterplan, dengan kebutuhan anggaran Rp36 miliar untuk bangunan adat dan infrastruktur keselamatan, ditargetkan rampung Desember.
  • Dana donasi yang tercatat di rekening Satgas baru Rp1,9 miliar; pemerintah menghitung ulang anggaran agar tidak tumpang tindih dengan swadaya warga dan bantuan langsung.
  • Kebakaran meludeskan 167 bangunan, termasuk 75 rumah adat dan 69 artshop, serta berdampak pada 120 kepala keluarga atau 320 jiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Pemprov NTB mempercepat proses rekonstruksi Desa Adat Sade di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah berdasarkan masterplan yang telah disusun. Rekonstruksi desa adat yang menjadi ikon pariwisata NTB itu membutuhkan anggaran sebesar Rp36 miliar.

​Ketua Satgas Rekonstruksi Desa Adat Sade, Lalu Moh. Faozal, menjelaskan bahwa anggaran puluhan miliar rupiah tersebut mencakup rekonstruksi bangunan adat secara menyeluruh hingga penyediaan infrastruktur pendukung yang lebih aman.

​Selain pembangunan rumah adat yang ludes terbakar, Faozal mengatakan juga dilakukan perbaikan fasilitas sanitasi, drainase, hingga sistem pencegahan bencana kebakaran sesuai masterplan yang telah dibuat. Rekonstruksi Desa Adat Sade ditargetkan rampung Desember mendatang.

​"Sanitasi dan drainase juga demikian, kita akan lakukan penataan. Untuk alat pemadam api ringan (APAR) untuk kebakaran, toilet umum akan kita lakukan penataan," kata Faozal di Mataram, Jumat (16/10/3026).

1. Donasi yang terkumpul di Pemprov NTB baru Rp1,9 miliar

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB Lalu Moh. Faozal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB itu mengatakan pihaknya sedang menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan rekonstruksi Desa Adat Sade. Selain itu, Satgas juga sedang melakukan penghitungan ulang anggaran untuk menghindari tumpang tindih (overlap) antara alokasi belanja pemerintah dengan swadaya masyarakat maupun donasi yang masuk.

Dia menyebut dana yang masuk ke rekening penampungan Satgas Rekonstruksi Desa Adat Sade sebesar Rp1,9 miliar. Selain itu, donasi disalurkan langsung oleh sejumlah pihak kepada warga terdampak. Sehingga itu yang digunakan secara gotong-royong oleh warga membangun kembali rumah yang ludes terbakar.

​"Ini akan kita rincikan kembali sehingga tidak overlap antara belanja pemerintah yang kita berikan dengan apa yang sudah selesai dibangun secara gotong-royong oleh warga," jelasnya.

2. Pembangunan kembali rumah adat disesuaikan dengan masterplan

Rumah adat yang sudah terbangun di Desa Adat Sade Lombok Tengah. (IDN Times/Muhammad Nasir)

​Terkait proses pembangunan secara swadaya oleh masyarakat di lapangan, Faozal memastikan tidak ada kegiatan yang dihentikan. Saat ini yang dilakukan adalah penyesuaian kembali pembangunan rumah adat agar selaras dengan masterplan yang telah disusun demi faktor keselamatan.

Dia mengatakan warga Desa Adat Sade pada prinsipnya sepakat dan bersedia mengikuti masterplan yang ditetapkan pemerintah. Masyarakat sudah memasang atap karena materialnya punya masa simpan yang tidak panjang.

"Begitu nanti musim hujan, bahan sulit dicari dan tidak resisten terhadap air. Makanya, dia harus jadi atapnya," terangnya.

3. Rincian bangunan yang ludes terbakar

Kondisi Desa Adat Sade Lombok Tengah yang ludes terbakar dan rata dengan tanah, Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah, total sebanyak 167 bangunan yang ludes terbakar di Desa Adat Sade. Kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade merusak puluhan rumah adat, artshop, masjid dan bangunan adat lainnya.

Adapun rincian 167 bangunan yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di desa adat yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Rumah adat yang terbakar sebanyak 75 unit, artshop 69 unit dan lumbung alang 8 unit.

Kemudian Berugak Sekepat 6 unit dan Berugak Sekenam Besar 4 unit. Berikutnya, masing-masing satu masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat dan pelonggo. Akibat kebakaran sebanyak 120 kepala keluarga (KK) atau 320 jiwa yang terdampak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article