Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

283 Ribu Warga Terdampak Kekeringan, NTB Tetapkan Status Kedaruratan

Kota Mataram
4 min read
283 Ribu Warga Terdampak Kekeringan, NTB Tetapkan Status Kedaruratan
Warga Dusun Batu Samban Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah antre menerima bantuan air bersih, Senin (27/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Gubernur NTB menetapkan status tanggap darurat kekeringan setelah 283.077 warga di 9 kabupaten/kota terdampak musim kemarau berkepanjangan.
  • BPBD NTB menyiapkan 1 juta liter air bersih tambahan mulai pekan depan, sementara distribusi sebelumnya mencapai 4.576.650 liter bagi warga terdampak.
  • BMKG memprediksi hujan berintensitas tinggi mulai akhir November; pemerintah dan warga diimbau membersihkan drainase, gorong-gorong, serta sungai untuk mengurangi risiko banjir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menetapkan status tanggap darurat kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB per 7 Oktober 2026, sebanyak 283 ribu warga terdampak bencana kekeringan yang tersebar di 9 kabupaten/kota.

Dengan status kedaruratan tersebut, mulai pekan depan, BPBD NTB akan melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak di kabupaten/kota. "SK kedaruratan sudah ditetapkan. Mulai minggu depan sudah mulai semua langkah-langkah dilakukan untuk kedaruratan," kata Iqbal dikonfirmasi di Mataram, Jumat (16/10/2026).

  1. 1. Minta Pertamina kecualikan mobil tangki air bersih dari larangan penggunaan solar bersubsidi

    1784941684710.jpg
    Distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak bencana kekeringan di Lombok Barat. (dok. Istimewa)

    BPBD NTB telah menyiapkan bantuan air bersih sebanyak 200 tangki atau 1 juta liter untuk masyarakat terdampak kekeringan. Iqbal mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Pertamina agar mobil-mobil tangki yang mengangkut air bersih untuk warga terdampak kekeringan dikecualikan dari larangan penggunaan solar bersubsidi.

    Sebab, jika mobil tangki air bersih menggunakan solar nonsubsidi, biaya untuk pembelian BBM cukup besar. "Sudah saya minta teman-teman untuk mobil-mobil tangki yang akan digunakan untuk operasi bantuan air bersih ini di semua kabupaten/kota. Sehingga mereka semua mendapatkan pengecualian," kata dia.

  2. 2. Usai kekeringan, bencana banjir mengintai

    IMG-20261016-WA0039.jpg
    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Iqbal berharap bencana kekeringan yang melanda wilayah NTB saat ini segera berakhir. Berdasarkan prediksi BMKG, hujan akan mulai mengguyur wilayah NTB dengan intensitas tinggi pada akhir November mendatang.

    Dia mengingatkan masyarakat jangan lengah. Karena ketika musim kemarau berakhir dan datang musim hujan, riako bencana banjir mengintai wilayah NTB.

    "Mumpung belum hujan, imbauan kepada masyarakat dan Pemda kabupaten/kota supaya mengecek gorong-gorong, drainase, saluran dan sungai. Sehingga meminimalisir risiko banjir kalau salurannya lancar," ujarnya.

    Data per 7 Oktober 2026, sebanyak 4 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan yaitu Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Dompu. Kemudian 4 kabupaten lainnya telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan, yaitu Lombok Barat, Sumbawa Barat, Sumbawa dan Bima.

    Bencana kekeringan melanda 9 kabupaten/kota, yang mencakup 68 kecamatan, 236 desa/kelurahan, serta berdampak pada 90.811 kepala keluarga (KK) atau 283.077 jiwa. Untuk membantu warga yang terdampak, BPBD Kabupaten/Kota bersama pihak terkait telah mendistribusikan air bersih sebanyak 4.576.650 liter.

  3. 3. Rincian warga terdampak kekeringan di NTB

    Ilustrasi kekeringan di Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
    Ilustrasi kekeringan di Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Adapun rincian jumlah desa/kelurahan dan warga terdampak bencana kekeringan pada 9 kabupaten/kota di NTB, sebagai berikut:

    ​Lombok Utara

    Sebanyak 5 kecamatan dan 19 desa yang terdampak kekeringan. Sebanyak 9.078 KK atau 29.003 jiwa terdampak di Lombok Utara dengan status Siaga Darurat (SD), serta jumlah distribusi air bersih yang telah disalurkan mencapai 495.000 liter.

    ​​Lombok Barat

    Kekeringan di Lombok Barat melanda 6 kecamatan dan 22 desa, berdampak pada 8.451 KK atau 25.322 jiwa. Lombok Barat telah menetapkan ststus Tanggap Darurat (TD) dengan total distribusi air bersih sebanyak 151.650 liter.

    ​Lombok Tengah

    Bencana kekeringan di Lombok Tengah melanda 9 kecamatan dan 48 desa, dengan jumlah warga yang terdampak mencapai 11.232 KK atau 33.695 jiwa. Status kedaruratan di Lombok Tengah adalah Siaga Darurat (SD) dan telah menerima distribusi air bersih sebanyak 555.000 liter.

    ​Lombok Timur

    Lombok Timur mencatat sebanyak 8 kecamatan dan 43 desa terdampak kekeringan. Sebanyak 32.728 KK atau 90.272 jiwa terdampak, dengan status Siaga Darurat (SD) serta jumlah distribusi air bersih sebanyak 85.000 liter.

    ​Sumbawa Barat

    Di Sumbawa Barat, bencana kekeringan melanda 4 kecamatan dan 10 desa. Sebanyak 4.296 KK atau 14.770 jiwa terdampak dengan status Tanggap Darurat (TD), serta distribusi air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.350.000 liter.

    ​Sumbawa

    Sumbawa mencatat sebanyak 13 kecamatan dan 25 desa dilanda kekeringan. Jumlah warga yang terdampak mencapai 10.703 KK atau 42.728 jiwa dengan status Tanggap Darurat (TD), serta distribusi air bersih sebanyak 640.000 liter.

    ​Dompu

    Wilayah Dompu mencatat 4 kecamatan dan 10 desa terdampak kekeringan, yang mencakup 2.235 KK atau 8.940 jiwa. Dompu telah menetapkan status Siaga Darurat (SD) dengan total distribusi air bersih mencapai 505.000 liter.

    ​Kota Bima

    Kekeringan di Kota Bima berdampak pada 5 kecamatan dan 16 desa. Sebanyak 2.866 KK atau 9.453 jiwa tercatat terdampak kekeringan. Meskipun ribuan warga terdampak kekeringan, Pemkot Bima belum menetapkan status kedaruratan.

    ​Bima

    Kabupaten Bima mencatat sebanyak 14 kecamatan dan 43 desa yang mengalami kekeringan, berdampak pada 9.222 KK atau 28.894 jiwa. Pemda Bima telah menetapkan status Tanggap Darurat (TD) dengan distribusi air bersih sebanyak 795.000 liter.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More