Isu Calo Tiket MotoGP dan Melonjaknya Tarif Hotel Harus Jadi Atensi

Kompolnas cek rencana pengamanan MotoGP Mandalika

Lombok Tengah, IDN Times - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecek rencana pengamanan MotoGP Mandalika, Jumat (25/2/2022). Kompolnas ingin memastikan perhelatan MotoGP yang akan digelar 18 - 20 Maret mendatang berjalan dengan lancar.

Rombongan Tim Kompolnas langsung mendatangi Sirkuit Mandalika. Kompolnas melakukan survei atau pengecekan lokasi dalam rangka mengecek kesiapan rencana pengamanan MotoGP Mandalika.

1. Atensi isu calo tiket dan melonjaknya harga hotel

Isu Calo Tiket MotoGP dan Melonjaknya Tarif Hotel Harus Jadi AtensiKetua Tim Kompolnas Pudji Hartanto Iskandar meninjau kesiapan Sirkuit Mandalika (Dok. Polda NTB)

Tim Kompolnas mendapatkan penjelasan dari Karo Ops Polda NTB terkait dengan sistem pengamanan saat event MotoGP. Karena gelaran MotoGP adalah kerjanya bangsa Indonesia maka perlu adanya sinergitas terhadap pelaksanaan MotoGP Mandalika 2022, termasuk dalam hal pengamanan.

Ketua Tim Kompolnas, Pudji Hartanto Iskandar berharap, berbagai masalah yang dapat mengganggu jalannya event dapat teratasi dengan baik. Untuk itu semua sisi harus diperhatikan. Seperti isu calo tiket dan tarif kamar hotel yang melonjak dan saat ini menjadi perbincangan

Menurutnya, hal itu dapat merugikan banyak pihak dan menimbulkan kegaduhan. Dia ingin, sekecil apapun masalah itu, harus diatensi, agar perhelatan MotoGP berjalan lancar, pengunjung merasa nyaman datang ke Indonesia, terlebih ke NTB.

“Dari segi pengamanan, Polri sudah siap untuk mengamankan jalannya event," kata Pudji Hartanto.

Baca Juga: Satgas Dibentuk untuk Menindak Hotel di NTB yang Mainkan Tarif 

2. Ketersediaan akomodasi dan transportasi jadi atensi bersama

Isu Calo Tiket MotoGP dan Melonjaknya Tarif Hotel Harus Jadi AtensiKetua Tim Kompolnas Pudji Hartanto Iskandar mengecek aspal Sirkuit Mandalika. Saat ini sedang dilakukan pengaspalan ulang pada sejumlah titik dan ditargetkan rampung pada 10 Maret mendatang. (Dok. Polda NTB)

Hal lain yang perlu adanya tindak lanjut, menurut Pudji Hartanto, mengenai ketersediaan akomodasi, baik ketersediaan hotel dan transportasi juga harus menjadi atensi bersama yang harus diperhatikan. Selain itu, ia juga mengkritisi masalah pengaspalan ulang jalur lintasan yang harus selesai sesuai target.

“Tadi saya sudah mendapatkan laporan dari wakil presiden ITDC, di mana beliau mengatakan lokasi yang saat ini sedang dibangun, dua hari sebelum event sudah siap, seperti pengaspalan, perbaikan dan sebagainya,” katanya.

Hal yang paling ditekankan supaya tidak timbul sedikitpun gejolak di tengah masyarakat. Baik itu masalah lahan dan lainnya. Dia berharap tidak ada masyarakat yang memanfaatkan keadaan dalam konteks ini dengan membuat kegaduhan, dan menimbulkan berita yang tidak bagus.

"Saya berharap jangan ada ego sektoral, dari masing-masing stakeholder harus semua bersatu dan bersinergi agar bagaimana semua yang sudah ada ini selesai tepat waktu,” tegasnya.

3. Polda NTB maksimalkan sosialisasi

Isu Calo Tiket MotoGP dan Melonjaknya Tarif Hotel Harus Jadi AtensiKabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (IDN Times/Dok. Polda NTB)

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, Polda NTB dan Polres jajarannya akan memaksimalkan lagi sosialisasi kepada masyarakat maupun penonton MotoGP. Pihaknya akan maksimalkan sosialisasi terkait rekayasa lalu lintas bagi penonton ke sirkuit, penggunaan drone, lokasi tukar tiket atau gelang, lokasi parkir dan sebagainya.
Sehingga masyarakat paham sebelum datang ke Sirkuit Mandalika.

"Serta dari aspek pengamanan kami tambahkan personel polri dan peralatannya, lakukan pengawalan logistik motoGP, dan melakukan simulasi pengamanan perairan oleh Polairud Polda NTB bersama stakeholder kemaritiman," terang Artanto.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Diaspal Ulang Jelang MotoGP Indonesia

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya