Kekeringan Parah, Ribuan Warga NTB Salat Istisqa Minta Hujan

- Ribuan warga NTB, termasuk ASN, masyarakat, dan pelajar, menggelar salat istisqa di Mataram pada 16 Oktober 2026 untuk memohon hujan di tengah kekeringan berkepanjangan.
- Kekeringan telah berdampak pada 283.077 jiwa atau 90.811 KK di 9 kabupaten/kota, mencakup 68 kecamatan dan 236 desa/kelurahan; sejumlah daerah menetapkan status darurat.
- Pemprov NTB mengimbau salat istisqa di daerah, sambil mendistribusikan 4.576.650 liter air bersih dan membahas modifikasi cuaca yang terkendala minimnya awan.
Mataram, IDN Times - Ribuan warga Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan salat istisqa untuk meminta hujan akibat bencana kekeringan yang berkepanjangan. Salat istisqa digelar di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (16/10/2026) pagi.
Ribuan warga yang datang salat istisqa terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), masyarakat umum dan pelajar SMA/SMK di Kota Mataram. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB per 7 Oktober 2026, bencana kekeringan telah berdampak terhadap 283.077 jiwa ata 90.811 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 9 kabupaten/kota se-NTB.
1. Ikhtiar lewat jalur langit

Ribuan warga NTB menggelar salat istisqa di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jumat (16/10/3026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan bahwa pelaksanaan salat istisqa selaras dengan tuntunan agama ketika menghadapi musim kemarau ekstrem yang berkepanjangan. Menurutnya, pelaksanaan salat istisqa merupakan ikhtiar lewat jalur langit, selain pendistribusian air bersih dan mengupayakan penggunaan teknologi modifikasi cuaca.
"Sesuai sunnahnya, kalau mengalami kekeringan berkepanjangan, disunnahkan untuk salat istisqa. Mudah-mudahan (segera turun hujan), ini langsung mendung," kata Iqbal usai pelaksanaan salat istisqa, Jumat (16/10/2026).
2. Imbau Pemda kabupaten/kota gelar salat istisqa

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir) Iqbal mengatakan telah mengeluarkan imbauan kepada Pemda kabupaten/kota dan masyarakat NTB untuk turut melaksanakan salat istisqa di wilayah masing-masing untuk memohon turunnya hujan. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan akan mulai mengguyur wilayah NTB pada akhir November 2026.
Meski demikian, Iqbal berharap hujan dapat turun lebih cepat dari perkiraan tersebut dengan ikhtiar salat istisqa yang dilakukan masyarakat NTB. Dia menjelaskan Pemprov NTB telah melakukan pembahasan lintas instansi bersama BMKG dan BNPB untuk membuat hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca.
Namun, upaya membuat hujan buatan itu masih terkendala minimnya awan. "Karena di sebagian besar wilayah NTB belum cukup awannya untuk melakukan modifikasi cuaca. Tetapi permintaan untuk melakukan modifikasi cuaca itu sudah dalam pembahasan," jelasnya.
3. Sebanyak 4,5 juta liter air bersih didistribusikan ke masyarakat terdampak kekeringan

Ribuan warga NTB menggelar salat istisqa di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jumat (16/10/3026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Kondisi kekeringan berkepanjangan yang melanda wilayah NTB dipicu musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino. Serta semakin panjangnya Hari Tanpa Hujan (HTH) yang menempatkan sejumlah wilayah dalam level siaga hingga awas kekeringan.
Berdasarkan data BPBD NTB hingga 7 Oktober 2026, bencana kekeringan semakin meluas. Saat ini, sebanyak 4 Kabupaten/Kota telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan, dan 4 Kabupaten lainnya telah menetapkan status Tanggal Darurat Kekeringan.
Bencana kekeringan telah melanda 9 Kabupaten/Kota, yang mencakup 68 kecamatan, 236 desa/kelurahan, serta berdampak pada 90.811 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 283.077 jiwa. Untuk membantu warga yang terdampak, BPBD Kabupaten/Kota bersama pihak terkait telah mendistribusikan air bersih sebanyak 4.576.650 liter.



















