Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kawasan Hutan Gunung Rinjani Terbakar, Api Belum Berhasil Dipadamkan
Hutan di kawasan Savana Propok 2 SPTN Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar pada Selasa (2/6/2026). (dok. BTNGR)

Mataram, IDN Times - Kawasan hutan di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar pada Selasa (2/6/2026). Kawasan hutan yang terbakar berada di destinasi wisata non-pendakian Savana Propok, Resor Aikmel, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Lombok Timur.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menerima laporan terjadinya kebakaran hutan di kawasan Savana Propok, Resort Aikmel, SPTN Wilayah II, pada Selasa (2/6/2026). Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.00 WITA di kawasan Savana Propok 2.

"Kebakaran kemudian meluas hingga mencapai kawasan Savana Propok 1 yang didominasi oleh vegetasi savana kering," kata Kepala BTNGR Budhy Kurniawan, Selasa malam (2/6/2026).

1. Pemadaman belum berhasil karena keterbatasan personel, logistik dan peralatan

Gunung Rinjani, Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Budhy menjelaskan Kelompok Pengelola Savana Propok segera melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan 15 orang anggota yang bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 13.00 WITA. Pemadaman dilakukan secara intensif hingga pukul 18.00 WITA.

Namun, upaya pemadaman belum berhasil mengendalikan seluruh titik api karena keterbatasan personel, logistik, dan peralatan pemadaman yang tersedia di lapangan. Hingga pukul 19.00 WITA, api masih terpantau aktif pada beberapa bagian kawasan yang terdampak.

2. Pemadaman dihentikan sementara dan dilanjutkan Rabu pagi

Suasana Savana Propok, Taman Nasional Gunung Rinjani saat cuaca dingin. (dok. BTNGR)

Budhy menambahkan kegiatan pemadaman dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Rabu pagi (3/6/2026). Pemadaman dihentikan sementara mengingat kondisi telah memasuki malam hari dengan tingkat pencahayaan yang sangat terbatas.

Selain itu, pemadaman dihentikan sementara mempertimbangkan faktor keselamatan personel yang bertugas. Dia menyatakan BTNGR terus melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan para pihak terkait guna mendukung upaya penanganan kebakaran secara efektif serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap ekosistem kawasan.

3. Tingkatkan kewaspadaan

Keindahan Gunung Rinjani dari Sembalun. (Dok Pribadi/Yerin Shin)

Seiring meningkatnya intensitas musim kemarau di wilayah NTB, Budhy mengimbau seluruh masyarakat, pengunjung kawasan, pelaku wisata alam, petani, peternak, dan para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dia mengatakan bahwa kondisi vegetasi yang semakin kering pada musim kemarau menyebabkan kawasan hutan dan savana menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api. Antara lain pembakaran lahan, pembakaran sisa-sisa vegetasi, membuang puntung rokok sembarangan, maupun menyalakan api tanpa pengawasan yang memadai.

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran dengan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran di dalam maupun di sekitar kawasan hutan. Menurutnya, partisipasi dan kepedulian seluruh pihak merupakan faktor penting dalam menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Gunung Rinjani.

Editorial Team

Related Article