Api berhasil dipadamkan di beberapa titik pada Sabtu (26/9/2026). (dok. BTNGR)
Astekita menambahkan bahwa pada Sabtu, 26 September 2026, operasi pemadaman dan pengendalian dilanjutkan secara simultan pada beberapa sektor. Di sektor jalur pendakian Torean, Tim Pemadam Gabungan sebanyak 24 orang yang terdiri atas enam personel Manggala Agni BTNGR, 10 MPA SPTN Wilayah I, enam MPA SPTN Wilayah II, satu anggota Koramil Bayan dan satu anggota Polsek Bayan melaksanakan mop-up di sekitar Jalur Pendakian Torean.
Setelah dilakukan pemadaman, pemeriksaan dan mop-up sekitar pukul 12.24 WITA api pada sektor yang ditangani berhasil dipadamkan. Tim Pemadam kemudian kembali ke pos masing-masing dan peralatan pemadaman dikembalikan ke Kantor SPTN Wilayah I.
Kemudian di sektor bukit Setampol, Tim yang bergerak melalui sektor Senaru dan Bukit Setampol melanjutkan kegiatan pemadaman dengan dukungan personel BTNGR, Brimob Polda NTB serta masyarakat yang membantu sebagai porter.
Sekitar pukul 15.00 WITA, api pada lokasi yang ditangani dapat dikendalikan dan tim melanjutkan kegiatan mop-up. Selanjutnya pada sekitar pukul 16.30 WITA, api pada sektor tersebut berhasil dipadamkan. Dia menjelaskan, tim pemadam tidak langsung meninggalkan lokasi, tetapi melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat sisa api, bara maupun asap yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.
Perhatian khusus diberikan pada sektor jalur pendakian Senaru menyusul perkembangan kebakaran yang terpantau mengarah ke kawasan Pelawangan Senaru. Tim patroli pemantauan Jalur Pendakian Senaru yang sebelumnya berjumlah tiga orang mendapatkan tambahan dukungan dari Manggala Agni SPTN Wilayah II sebanyak dua orang, MPA Sembalun tiga orang, MPA Senaru lima orang serta dua staf KPH Rinjani Barat.
Sehingga, jumlah personel di sektor jalur pendakian Senaru menjadi 15 orang. Tim melakukan pemantauan sekaligus upaya pelokalisiran kebakaran di sekitar Pos 3 Senaru dan sekitarnya, termasuk pembersihan bahan bakar permukaan serta pembuatan sekat untuk mengurangi risiko penjalaran api lebih lanjut.
Dia mengungkapkan upaya pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Angin yang bertiup sangat kencang menyebabkan api dapat bergerak dan meluas dengan cepat. Vegetasi berupa savana pegunungan, semak, rumput dan material organik lainnya juga berada dalam kondisi sangat kering sehingga mudah terbakar.
Selain itu, lokasi kebakaran berada pada medan pegunungan yang jauh, terjal dan sulit dijangkau, sehingga mobilisasi personel, peralatan dan logistik membutuhkan waktu serta tenaga yang cukup besar. Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam penentuan waktu pergerakan, akses menuju titik api dan metode pemadaman yang dilakukan.