TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Terkendala Regulasi dan Peralatan Operasional, KIHT di Lotim Molor

Direncanakan beroperasi setelah lebaran  

Penulis

Lombok Timur, IDN Times - Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur hingga saat ini belum juga beroperasi. Padahal KIHT ini sebelumnya direncanakan beroperasi pada bulan Maret 2023.

Sekretaris Dinas Perindustrian Lombok Timur, Lalu Alwan Wijaya mengatakan, bahwa belum beroperasinya KIHT ini sampai sekarang karena masih ada beberapa hal yang belum selesai. Sehingga, dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Provinsi operasional KIHT diundur setelah lebaran.

"Memang direncanakan akan dibuka bulan Maret ini, namun yang namanya rencana kan bisa berubah karena ada sesuatu dan lain hal," ungkapnya Kamis (16/3/2023).

Baca Juga: Tak Kunjung Cair, DPRD Lotim Pertanyakan Kejelasan DAU 

1. Molor karena regulasi belum kelar 

Dokumen Penulis

Belum beroperasinya KIHT ini disebabkan karena adanya regulasi yang blum menemukan titik temu sampai saat ini yaitu Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS). Untuk mencapai hal tersebut harus dibuatkan dulu regulasi yang legal, yaitu berbentuk Peraturan Gubernur (Pergub). Sehingga diharapkan PKS ini bisa segera di selesaikan sambil jalan. 

"Mudah-mudahan setelah lebaran PKS ini sudah selesai, yaitu pada bulan Mei 2023," harapnya.

2. Terkendala peralatan yang belum tersedia  

Penulis

Tidak hanya persoalan PKS yang menyebabkan keterlambatan tersebut, akan tetapi jelas Lalu Alwan, ada beberapa kendala teknis lainnya. Seperti peralatan yang dibutuhkan belum tersedia di KIHT, walaupun bangunannya sudah ada. Sehingga, direncanakan akan dilengkapi pada tahun 2023. Termasuk sarana laboratorium dan alat-alat penunjang lainnya, seperti alat pelinting dan alat-alat lainnya.

Sedangkan untuk persiapan SDM, ia menegaskan bahwa sejauh ini sudah lengkap serta memadai. Harapannya tentu bisa menyerap banyak tenaga kerja lokal. Karena memang ini merupakan harapan pemerintah daerah untuk mengurangi pengangguran di Lombok Timur.

"Ya kita maklumi saja semua ini butuh persiapan maksimal, karena ini kan baru dan wajar saja ada kendala-kendala," akunya.

Baca Juga: Diborong Pengusaha Jawa dan Bali, Harga Gabah di Lotim Merangkak Naik

Verified Writer

Ruhaili

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya