Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Warga Lombok Tengah Tewas di Perairan Pantai Jemplung, Sumbawa

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah pria asal Lombok Tengah yang terseret arus saat memanah ikan di Pantai Jemplung Labangka Sumbawa, Sabtu (22/6/2024). (dok. SAR Mataram)
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah pria asal Lombok Tengah yang terseret arus saat memanah ikan di Pantai Jemplung Labangka Sumbawa, Sabtu (22/6/2024). (dok. SAR Mataram)

Sumbawa, IDN Times - Seorang warga Lombok Tengah dari Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, bernama Saparudin (24), ditemukan tewas di perairan Pantai Jemplung, Dusun Mekar Jaya, Desa Jaya Makmur, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Korban dilaporkan sedang memanah ikan bersama dua rekannya pada Sabtu (22/6/2024) dini hari di sekitar Pantai Jemplung. Namun, tidak lama setelah mereka menyelam ke laut, ketiganya terseret arus. Dua orang berhasil selamat, sementara Saparudin tenggelam.

"Setelah menerima laporan dari Kepala Desa Mekar Jaya, kami menerjunkan personel siaga Pos SAR Sumbawa untuk melaksanakan pencarian," kata Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi, Sabtu (22/6/2024).

1. Korban ditemukan 20 meter dari lokasi kejadian

Proses evakuasi jenazah pria asal Lombok Tengah yang tewas terseret arus saat memanah ikan di Pantai Jemplung Labangka Sumbawa. (dok. SAR Mataram)
Proses evakuasi jenazah pria asal Lombok Tengah yang tewas terseret arus saat memanah ikan di Pantai Jemplung Labangka Sumbawa. (dok. SAR Mataram)

Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi menjelaskan, bahwa Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sekitar 20 meter dari lokasi kejadian pada Sabtu siang. Setelah ditemukan, korban segera diserahkan kepada petugas Puskesmas Labangka.

Dalam proses pencarian, berbagai pihak terlibat, termasuk personel Pos SAR Sumbawa, BPBD Sumbawa, Bhabinkamtibmas Polsek Labangka, Polair Polres Sumbawa, serta masyarakat sekitar.

Peralatan yang digunakan dalam operasi pencarian meliputi mobil penyelamat (Rescue Car), peralatan penyelamatan di perairan, perahu karet (rubber boat), alat deteksi bawah air (aqua eye), dan alat komunikasi.

2. Mayat pria ditemukan di pinggir Sungai Jangkuk Kota Mataram

Penemuan mayat pria di pinggir Sungai Jangkuk Kota Mataram, Sabtu (22/6/2024). (dok. Polresta Mataram)
Penemuan mayat pria di pinggir Sungai Jangkuk Kota Mataram, Sabtu (22/6/2024). (dok. Polresta Mataram)

Seorang pria berinisial K (52) ditemukan tewas di pinggir Sungai Jangkuk, Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, pada Sabtu (22/6/2024) sekitar pukul 11.00 WITA. Aparat kepolisian dari Polsek Ampenan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

Kapolsek Ampenan Ajun Komisaris Polisi Gede Sukarta menjelaskan, bahwa personel Polsek Ampenan, dibantu oleh Piket Fungsi Polresta Mataram, SPKT, dan tim identifikasi, turun langsung ke lokasi kejadian.

"Korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kepala menghadap selatan dan kaki menghadap utara, dengan posisi kaki mengkerut tepat di pinggir Sungai Jangkuk," terang Gede.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh saksi berinisial I (43) saat melintas di TKP. Saksi mendapatkan informasi setelah mendengar teriakan dari pengendara kendaraan yang sedang melintas di atas jembatan Sungai Jangkuk.

3. Pihak keluarga meminta dilakukan visum

Evakuasi jenazah korban. (dok. Polresta Mataram)
Evakuasi jenazah korban. (dok. Polresta Mataram)

Kemudian Bhabinkamtibmas menginformasikan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Ampenan dan langsung merespons dengan turun ke TKP. Selanjutnya jenazah korban dievaluasi ke Rumah sakit Bhayangkara Mataram dengan menggunakan ambulans milik Lingkungan Sintung Kelurahan Banjar.

Berdasarkan informasi dari adik korban inisial S (51), selama ini korban mengalami depresi. Pihak keluarga menerima musibah yang dialami korban namun meminta agar dilakukan visum untuk memastikan korban meninggal secara wajar. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan sehingga pihak keluarga menerima kematian korban.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
Muhammad Nasir
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us