Mataram, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga merasa dikambinghitamkan soal mahalnya harga tiket pesawat. Pertamina dituding memonopoli bisnis bahan bakar pesawat atau avtur.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan persoalan mahalnya harga tiket pesawat jangan hanya dilihat dari satu sisi, yaitu harga avtur. Harus dilihat secara komprehensif, termasuk cost yang dikeluarkan maskapai untuk pelayanan di bandara.
"Apakah fair kalau hanya satu pihak yang diminta menyesuaikan harga karena berpengaruh terhadap harga tiket pesawat. Memang berpengaruh, tapi itu bukan soal avtur saja. Lihatnya harus komprehensif, jangan hanya avtur saja," kata Ahad di Mataram, Rabu (21/2/2024).
