Mataram, IDN Times - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengimbau para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hipotermia. Hal ini seiring dengan terjadinya penurunan suhu ekstrem di kawasan Gunung Rinjani dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan, mengingatkan bahwa cuaca dingin di area pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat pendaki sedang beristirahat atau berada di area terbuka yang terpapar angin kencang.
"Cuaca dingin di pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat beristirahat atau berada di area terbuka yang berangin. Jangan terkecoh oleh cuaca siang yang cerah, karena suhu dapat berubah drastis ketika malam tiba," kata Budhy, Selasa (2/6/2026).
