Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) menyangkal disetopnya program beasiswa luar negeri untuk renovasi Kantor Gubernur NTB. Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB Wirawan Ahmad menjelaskan rencana renovasi Kantor Gubernur yang diprogramkan dalam APBD 2024 memiliki basis legitimasi yang kuat dari sisi regulasi perencanaan.
Rencana renovasi Kantor Gubernur NTB menuai respons beragam dari banyak kalangan. Banyak pihak yang menyayangkan rencana tersebut mengingat Pemprov NTB sedang mengalami kesulitan fiskal.
Bahkan ada yang menyebutkan bahwa rencana renovasi Kantor Gubernur NTB menjadi penyebab berkurangnya alokasi anggaran untuk program beasiswa NTB ke luar negeri. Namun, kata Wirawan, banyak juga yang memberi dukungan karena melihat kondisi Kantor Gubernur NTB yang dibangun pada 1977 tersebut.
"Jadi tidak benar, bahwa rencana renovasi ini menjadi biang disetopnya pengiriman mahasiswa baru ke luar negeri. Dananya sudah dialokasikan masing-masing. Untuk beasiswa NTB tahun 2024 masih dialokasikan Rp10,1 miliar. Dan penghentian pengiriman mahasiswa baru itu kebijakan sejak tahun 2023," kata Wirawan di Mataram, Rabu (22/11/2023).
