Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyalurkan air bersih kepada warga Dusun Samban, Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah, Senin (27/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Saat ini, NTB berstatus siaga darurat kekeringan. BPBD NTB mencatat bencana kekeringan melanda 227 desa/kelurahan yang tersebar di 66 kecamatan pada 9 kabupaten/kota hingga 24 September 2026.
Jumlah masyarakat NTB terdampak kekeringan sebanyak 84.837 KK atau 263.310 jiwa. Pemda kabupaten/kota bersama instansi terkait dan pihak swasta telah mendistribusikan sebanyak 3.405.400 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
Sadimin menjelaskan berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di NTB pada bulan Agustus dan September. BMKG juga memprediksi hujan di bawah normal di wilayah NTB akan terjadi sampai bulan Desember.
Saat ini, kata dia, Pemprov NTB telah menetapkan status siaga darurat kekeringan bersama 6 kabupaten/kota lainnya di wilayah NTB. Sedangkan tiga kabupaten yaitu Sumbawa Barat, Sumbawa dan Bima telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.
NTB menetapkan status siaga darurat kekeringan karena kondisi musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino, serta meluasnya wilayah yang masuk dalam Level Siaga hingga Awas akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang.
Jumlah daerah dan masyarakat terdampak kekeringan pada 9 kabupaten/kota di NTB berdasarkan data per 14 September 2026. Antara lain:
Lombok Utara : kekeringan melanda 18 desa pada 5 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 5.515 KK atau 17.855 jiwa. Pemda Lombok Utara telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan distribusi air bersih sebanyak 200 ribu liter.
Lombok Timur : kekeringan melanda 41 desa pada 7 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 33.910 KK atau 92.950 jiwa. Pemda Lombok Timur telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan distribusi air bersih sebanyak 40 ribu liter.
Sumbawa Barat : kekeringan melanda 8 desa pada 3 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 1.680 KK atau 6.765 jiwa. Pemda Sumbawa Barat telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 1.350.000 liter.
Kota Bima : kekeringan melanda 9 desa pada 4 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 1.129 KK atau 3.287 jiwa.
Bima : kekeringan melanda 43 desa pada 14 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 9.222 KK atau 28.894 jiwa. Pemda Bima telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 320 ribu liter.
Lombok Barat : kekeringan melanda 21 desa pada 6 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 7.474 KK atau 22.030 jiwa. Pemda Lombok Barat telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 55.400 liter.
Lombok Tengah : kekeringan melanda 45 desa pada 9 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 11.232 KK atau 33.695 jiwa. Pemda Lombok Tengah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 460 ribu liter.
Sumbawa : kekeringan melanda 25 desa pada 13 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 10.703 KK atau 42.728 jiwa. Pemda Sumbawa telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 640 ribu liter.
Dompu : kekeringan melanda 10 desa pada 4 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 2.235 KK atau 8.940 jiwa. Pemda Dompu telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 340 ribu liter.