Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
NTB Dilanda 719 Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp70,97 Miliar
Kondisi Desa Adat Sade Lombok Tengah yang ludes terbakar dan rata dengan tanah, Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • NTB mencatat 719 kebakaran pada Januari–Agustus 2026, dengan kerugian ditaksir Rp70,97 miliar dan harta benda senilai Rp11,4 miliar berhasil diselamatkan.
  • Kebakaran berdampak pada 2.775 warga, menyebabkan 10 orang luka dan dua meninggal; pemukiman menjadi lokasi terbanyak dengan 212 kejadian, sementara Lombok Timur mencatat 131 kasus.
  • NTB berstatus siaga darurat kekeringan yang melanda 227 desa/kelurahan, berdampak pada 263.310 jiwa; distribusi air bersih telah mencapai 3.405.400 liter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat wilayah Nusa Tenggara Barat dilanda sebanyak 719 kejadian kebakaran sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Ratusan kebakaran tersebut terjadi di 10 kabupaten/kota dan terbanyak di Kabupaten Lombok Timur.

Data yang dikeluarkan Bidang Damkar dan Penyelamatan BPBD NTB pada Selasa (29/9/2026), mayoritas kebakaran melanda pemukiman can kebakaran lahan. "Total kerugian ditaksir Rp70,97 miliar dan total harta benda yang diselamatkan Rp11,4 miliar," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin di Mataram, Selasa (29/9/2026).

1. Sebanyak 2.775 warga terdampak dan dua meninggal dunia

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api di Desa Wisata Adat Sade Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). (IDN Times/Istimewa)

Dari 719 kejadian kebakaran, kata Sadimin, sebanyak 2.775 warga menjadi korban terdampak. Sebanyak 10 warga mengalami luka-luka dan dua orang meninggal dunia.

Sadimin merincikan, peristiwa kebakaran pemukiman paling banyak terjadi pada periode Januari hingga Agustus 2026. Kebakaran pemukiman tercatat sebanyak 212 kejadian, kebakaran lahan 188 kejadian, kebakaran TPS/TPA 85 kejadian.

Berikutnya, kebakaran pusat ekonomi 55 kejadian, kebakaran transportasi 30 kejadian, kebakaran objek viral 22 kejadian, kebakaran kantor 11 kejadian, keBakaran fasilitas pendidikan 8 kejadian, kebakaran hotel atau penginapan 5 kejadian, kebakaran fasilitas kesehatan 2 kejadian, kebakaran fasilitas ibadah 2 kejadian dan kebakaran lainnya 99 kejadian.

​​​2. Kejadian kebakaran terbanyak di Lombok Timur

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dari 10 kabupaten/kota di NTB, kejadian kebakaran terbanyak di Kabupaten Lombok Timur. Sadimin menyebutkan tercatat sebanyak 131 kejadian kebakaran di Lombok Timur.

Adapun rincian kejadian kebakaran di 10 kabupaten/kota di NTB periode Januari hingga Agustus 2026, sebagai berikut:

  • Kota Mataram 63 kejadian kebakaran

  • Lombok Barat 98 kejadian kebakaran

  • Lombok Utara 79 kejadian kebakaran

  • Lombok Tengah 103 kejadian kebakaran

  • Lombok Timur 131 kejadian kebakaran

  • Sumbawa Barat 37 kejadian kebakaran

  • Sumbawa 79 kejadian kebakaran

  • Dompu 15 kejadian kebakaran

  • Kota Bima 33 kejadian kebakaran

  • Bima 81 kejadian kebakaran

3. NTB darurat kekeringan

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyalurkan air bersih kepada warga Dusun Samban, Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah, Senin (27/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Saat ini, NTB berstatus siaga darurat kekeringan. BPBD NTB mencatat bencana kekeringan melanda 227 desa/kelurahan yang tersebar di 66 kecamatan pada 9 kabupaten/kota hingga 24 September 2026.

Jumlah masyarakat NTB terdampak kekeringan sebanyak 84.837 KK atau 263.310 jiwa. Pemda kabupaten/kota bersama instansi terkait dan pihak swasta telah mendistribusikan sebanyak 3.405.400 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Sadimin menjelaskan berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di NTB pada bulan Agustus dan September. BMKG juga memprediksi hujan di bawah normal di wilayah NTB akan terjadi sampai bulan Desember.

Saat ini, kata dia, Pemprov NTB telah menetapkan status siaga darurat kekeringan bersama 6 kabupaten/kota lainnya di wilayah NTB. Sedangkan tiga kabupaten yaitu Sumbawa Barat, Sumbawa dan Bima telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

​​NTB menetapkan status siaga darurat kekeringan karena kondisi musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino, serta meluasnya wilayah yang masuk dalam Level Siaga hingga Awas akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang.

Jumlah daerah dan masyarakat terdampak kekeringan pada 9 kabupaten/kota di NTB berdasarkan data per 14 September 2026. Antara lain:

​​Lombok Utara : kekeringan melanda 18 desa pada 5 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 5.515 KK atau 17.855 jiwa. Pemda Lombok Utara telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan distribusi air bersih sebanyak 200 ribu liter.

​​Lombok Timur : kekeringan melanda 41 desa pada 7 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 33.910 KK atau 92.950 jiwa. Pemda Lombok Timur telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan distribusi air bersih sebanyak 40 ribu liter.

​​Sumbawa Barat : kekeringan melanda 8 desa pada 3 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak 1.680 KK atau 6.765 jiwa. Pemda Sumbawa Barat telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 1.350.000 liter.

​Kota Bima : kekeringan melanda 9 desa pada 4 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 1.129 KK atau 3.287 jiwa.

​​Bima : kekeringan melanda 43 desa pada 14 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 9.222 KK atau 28.894 jiwa. Pemda Bima telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 320 ribu liter.

Lombok Barat : kekeringan melanda 21 desa pada 6 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 7.474 KK atau 22.030 jiwa. Pemda Lombok Barat telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 55.400 liter.

Lombok Tengah : kekeringan melanda 45 desa pada 9 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 11.232 KK atau 33.695 jiwa. Pemda Lombok Tengah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 460 ribu liter.

​Sumbawa : kekeringan melanda 25 desa pada 13 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 10.703 KK atau 42.728 jiwa. Pemda Sumbawa telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 640 ribu liter.

​​Dompu : kekeringan melanda 10 desa pada 4 kecamatan dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 2.235 KK atau 8.940 jiwa. Pemda Dompu telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan distribusi air bersih sebanyak 340 ribu liter. ​

Curated For You

Editorial Team

Related Article