Miniatur Masjid Terbakar, Seorang Warga Mataram Terluka

Mataram, IDN Times - Sebuah miniatur masjid yang ikut serta dalam Pawai Takbiran di Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mengalami kebakaran saat melintas di Jalan Gajah Mada, pada Minggu (30/03/2025) malam. Insiden ini menyebabkan seorang warga mengalami luka bakar pada kedua tangannya.
Kapolsek Mataram AKP Mulyadi menjelaskan bahwa kebakaran miniatur masjid tersebut terjadi usai pawai takbiran. Pada saat itu, miniatur masjid tersebut sedang dalam perjalanan kembali.
"Salah satu miniatur masjid peserta pawai takbiran terbakar di Jalan Gajah Mada. Akibatnya, seorang warga bernama IRS (36), asal Gubuk Mamben, mengalami luka bakar pada kedua tangannya," kata Mulyadi.
1. Polisi langsung bergerak ke TKP

Petugas Polsek Mataram yang menerima laporan bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi melakukan evakuasi, mengamankan arus lalu lintas, serta membantu memadamkan api bersama warga sekitar.
"Begitu mendapat laporan, anggota kami langsung turun ke lokasi untuk membantu pemadaman dan mengamankan area sekitar," tambah Mulyadi.
2. Korban dievakuasi ke RSUD Kota Mataram

Korban yang mengalami luka bakar segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak kepolisian langsung menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Namun, diduga api berasal dari sumber penerangan yang tersambung di miniatur masjid. Mulyadi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan lampu hias dan bahan mudah terbakar saat membawa miniatur dalam pawai guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
3. Terjunkan ratusan personel amankan pawai takbiran

Untuk mengamankan pawai takbiran, Polresta Mataram menerjunkan 651 personel yang terdiri dari jajaran Polresta dan Polsek di seluruh kecamatan. Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko.
Ratusan personil yang diterjunkan untuk memastikan pawai takbiran berjalan lancar dan aman. Polisi juga dibantu TNI, Pemerintah darrah, serta kelompok masyarakat di masing-masing wilayah.