Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Mahasiswa Asal Timor Leste Ditemukan Meninggal Dunia di Kota Mataram

Jenazah mahasiswa asal Timor Leste saat dievakuasi. (dok. Istimewa)
Jenazah mahasiswa asal Timor Leste saat dievakuasi. (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Seorang mahasiswa asal Timor Leste inisial RB (21), ditemukan tewas di sebuah asrama di wilayah Kelurahan Saptamarga, Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (25/05/2025). Polsek Sandubaya Polresta Mataram langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kanit Reskrim Polsek Sandubaya, Ipda Kadek Arya Suantara, menjelaskan korban merupakan seorang mahasiswa berinisial RB (21), asal Timor Leste. Korban sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Mataram.

1. Ditemukan rekannya yang mau meminjam laptop

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Begitu menerima informasi, piket fungsi Polsek Sandubaya langsung menuju TKP setelah berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Mataram dan pihak terkait lainnya. Dia menjelaskan kronologi penemuan jasad mahasiswa asal Timor Leste tersebut.

“Rekan korban awalnya ingin meminjam laptop, namun tidak ada respons saat pintu kamar diketuk. Bersama saksi lain, pintu didobrak dan korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di tempat tidur, tidak sadarkan diri,” terangnya.

2. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit

Asrama tempat korban ditemukan meninggal dunia. (dok. Istimewa)
Asrama tempat korban ditemukan meninggal dunia. (dok. Istimewa)

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.

"Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi penggunaan obat-obatan terlarang pada tubuh korban," jelas Kadek.

3. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi

Ilustrasi jasad. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi jasad. (IDN Times/Mardya Shakti)

Dijelaskan, beberapa hari sebelumnya rekan-rekannya di Asrama sempat melihat korban merasakan keluhan sakit dan batuk-batuk hingga mengeluarkan darah.

Namun sejauh ini belum bisa memastikan penyebab meninggalnya korban karena harus melalui proses autopsi, sementara pihak korban menolak untuk dilakukan autopsi.

Pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak kampus serta keluarga korban. Hingga saat ini, keluarga korban menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us