Mataram, IDN Times - Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak pemotongan gaji sebesar 3 persen untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). KSPN menilai pemotongan gaji untuk iuran Tapera akan semakin menambah beban para pekerja yang saat ini menerima upah pas-pasan.
Ketua KSPN NTB, Lalu Iswan Muliadi, menjelaskan bahwa program Tapera dikhawatirkan akan tetap membebani para pekerja atau buruh yang mendapatkan gaji minimal. Pemotongan gaji untuk iuran Tapera juga dikhawatirkan akan memberatkan sebagian pekerja dengan penghasilan pas-pasan.
"Saat ini, pekerja juga telah menanggung beban iuran BPJS Ketenagakerjaan hingga iuran BPJS Kesehatan. Secara umum, saya menolak iuran Tapera, kecuali kebutuhan pekerja sudah tercukupi dengan upah yang ada sekarang," kata Muliadi saat dikonfirmasi oleh IDN Times, Kamis (30/5/2024).
