Ilustrasi petugas KPPS pada simulasi pemungutan suara pemilu 2024 di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Hasil monitoring dan evaluasi KPU Provinsi NTB menemukan beberapa hal dalam pelaksanaan simulasi. Perubahan tata cara pembuatan dokumen hasil salinan atau C. Hasil Salinan yang sebelumnya ditulis secara manual menjadi hanya dengan penggandaan dan digitalisasi berdampak positif.
"Hal ini tidak hanya meringankan beban kerja KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang selama ini menjadi problem, tapi juga dapat lebih mengefisienkan waktu," ujarnya.
Selain itu, penerapan Sirekap pada Pemilu 2024 kali ini menjadikan data perolehan suara di TPS yang sebelumnya tidak dapat langsung diakses oleh publik, pada Pemilu 2024 akan jauh lebih aksesibel.
Karena KPPS akan langsung memasukkan hasil perolehan suara di TPS dengan memfoto dokumen C. Hasil melalui aplikasi Sirekap mobile.
Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024 di NTB sebanyak 16.243 TPS. Tersebar di 1.166 desa/kelurahan pada 117 kecamatan di NTB. Jumlah TPS terbanyak berada di Lombok Timur sebanyak 4.010 TPS.
Kemudian Lombok Tengah sebanyak 3.316 TPS, Lombok Barat 2.207 TPS, Bima 1.588 TPS, Sumbawa 1.534 TPS, Kota Mataram 1.248 TPS, Dompu 755 TPS, Lombok Utara 749 TPS, Sumbawa Barat 432 TPS, dan Kota Bima 404 TPS.
Sedangkan jumlah pemilih sebanyak 3,9 juta orang lebih. Lombok Timur merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbanyak pada Pemilu 2024.
Jumlah pemilih di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 985.385 orang. Kemudian Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 772.406 pemilih, dan Lombok Barat 517.819 pemilih.
Selanjutnya, Bima 376.525 pemilih, Sumbawa 367.987 pemilih dan Kota Mataram 315.549 pemilih. Sedangkan 4 kabupaten lainnya, dengan rincian Dompu 184.460 pemilih, Lombok Utara 183.391 pemilih, Kota Bima 112.347 pemilih dan Sumbawa Barat 102.442 pemilih.