Penonton MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Dia menjelaskan penghitungan LETMI-ITB mencakup belanja pengunjung untuk penginapan, makanan dan minuman, transportasi lokal, hiburan dan wisata, serta oleh-oleh. Kajian ini menilai bagaimana pengeluaran pengunjung menggerakkan berbagai usaha dan menghasilkan dampak lanjutan dalam perekonomian.
Salah satu temuan penting adalah rata-rata belanja pengunjung yang mencapai Rp8,56 juta per orang pada 2026, dengan turut memperhitungkan pengeluaran pengunjung asing. Angka ini mencakup belanja sejak sepekan sebelum hingga selama event MotoGP berlangsung, sehingga menangkap aktivitas wisatawan yang datang lebih awal untuk menikmati Mandalika dan destinasi di sekitarnya.
Sebagai pembanding, rata-rata belanja pengunjung pada 2023 tercatat sekitar Rp3,5 juta per orang selama event. Perbedaan periode penghitungan tersebut turut menjadi konteks dalam membaca kedua angka.
“Salah satu temuan kajian adalah estimasi rata-rata belanja pengunjung sebesar Rp8,56 juta per orang pada 2026," sebutnya.
Berdasarkan paparan LETMI–ITB, angka tersebut dihitung menggunakan pendekatan tertimbang yang memperhitungkan komposisi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Estimasi pengeluaran langsung pengunjung mencapai Rp1,35 triliun, mencakup pengeluaran untuk akomodasi, makanan dan minuman, transportasi lokal, hiburan dan wisata, serta oleh-oleh.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, menyebut pertumbuhan jumlah pengunjung sebagai capaian yang menggembirakan, terlebih karena diikuti peningkatan kualitas penyelenggaraan dan kenyamanan pengunjung.
“Pertumbuhan pengunjung tahun ini sangat menggembirakan. Angka 157.875 melampaui rekor sebelumnya dan menunjukkan antusiasme yang terus meningkat terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, sekaligus menjadi motivasi untuk menghadirkan pengalaman yang semakin baik bagi pengunjung,” ujar Troy.
Dia menegaskan bahwa jumlah pengunjung mengacu pada angka yang dikonfirmasi dan dirilis Dorna, berdasarkan data terperinci dari pemindaian elektronik arus masuk pengunjung. Pencatatan mencakup kegiatan utama serta side event pada sore dan malam hari sesuai cakupan penghitungan Dorna.
“Angka yang kami sampaikan didasarkan pada konfirmasi yang dirilis Dorna. Penghitungannya menggunakan data terperinci dari pemindaian elektronik arus masuk pengunjung, baik untuk kegiatan utama maupun side event pada sore dan malam hari yang masuk dalam cakupan pencatatan mereka. Dengan dasar tersebut, kami meyakini keakuratan angka yang dipublikasikan,” jelas Troy.
Troy juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini berjalan lebih rapi dan tertib dibandingkan tahun sebelumnya, sebagaimana turut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Menurutnya, apresiasi tersebut sejalan dengan tanggapan sejumlah pengunjung mengenai penataan area event yang semakin baik.
“Sebagaimana disampaikan Pak Menpora Erick Thohir, pelaksanaan tahun ini jauh lebih rapi dan tertib dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah pengunjung juga mengapresiasi penataan stand tim di area paddock, serta stand makanan dan UMKM yang semakin rapi. Masukan ini menjadi penyemangat bagi seluruh tim penyelenggara,” kata Troy.
Troy menambahkan bahwa kehadiran kuliner lokal di sekitar paddock dan grandstand turut memperkaya pengalaman pengunjung, termasuk pengunjung mancanegara. Pengunjung dapat menikmati balapan sekaligus mengenal cita rasa khas daerah melalui sajian para pelaku usaha lokal.
“Kami ingin pengalaman di Mandalika terasa lengkap. Selain menikmati balapan, pengunjung juga bisa menikmati cita rasa lokal di sekitar paddock dan grandstand. Bagi pengunjung mancanegara, ini menjadi kesempatan untuk mengenal kuliner daerah secara langsung, sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi UMKM,” tandasnya.