Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Bos ITDC Pastikan Event MotoGP 2025 Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjajal sirkuit Mandalika, Sabtu (15/3/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjajal sirkuit Mandalika, Sabtu (15/3/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lombok Tengah, IDN Times - Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ari Respati memastikan event MotoGP Mandalika 2025 digelar sesuai jadwal. IndonesianGP 2025 tidak kena dampak efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah pusat.

"Penyelenggaraan MotoGP 2025 tetap, itu tidak berubah. Malah, tahun ini luar biasa. Sejak awal kita dengan Dorna sudah saling tektokan," kata Ari dikonfirmasi di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (16/3/2025) sore.

1. Indonesia menjadi pasar potensial MotoGP

Direktur Utama ITDC Ari Respati. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Direktur Utama ITDC Ari Respati. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ari mengatakan Dorna Sports selaku promotor MotoGP menurunkan tim untuk menyukseskan IndonesianGP 2025. Dia mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasar potensial MotoGP di dunia.

"Timnya sangat solid sekali, dan mereka juga menurunkan tim yang dedicated banget. Jadi saya rasa ini menjadi peluang yang sangat bagus," jelas Ari.

Terkait persiapan MotoGP 2025, cucu usaha ITDC, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah mulai menjual tiket early bird dan Presale MotoGP Mandalika 2025. Penjualan tiket early bird telah ditutup pada 28 Februari lalu.

Kemudian dilanjutkan dengan penjuakan tiket Presale MotoGP Mandalika dibuka selama dua bulan mulai 1 Maret hingga 31 April 2025.

Pada periode penjualan Presale MotoGP Mandalika 2025, tiket untuk tribun grandstand diberikan diskon sebesar 50 persen dari harga normal. Tiket mulai dijual dengan harga termurah Rp200 ribu dan paling mahal Rp12 juta.

Penawaran harga terbaik diberikan kepada para penggemar yang ingin menyaksikan aksi para pembalap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025.

Dalam periode ini, tiket untuk tribun Regular Grandstand (Zona E, G, H, I) dijual dengan harga Rp200 ribu. Sementara itu, kategori Premium Grandstand tersedia dengan harga Rp450 ribu untuk Zona B, C, J, dan K, serta Rp875 ribu untuk Zona A.

Sebagaimana diketahui, harga normal, tiket Regular Grandstand (Zona E, G, H, I) dijual Rp400 ribu, premium grandstand (Zona B, C, J, dan K) seharga Rp900 ribu dan premium grandstand zona A seharga Rp1,75 juta.

Sedangkan bagi penggemar yang menginginkan pengalaman lebih eksklusif, tiket VIP Luxury Tent (Zona T1, D, F, G) ditawarkan seharga Rp6,2 juta. Harga normal tiket VIP Luxury Tent sebesar Rp7,75 juta.

Sementara VIP Deluxe Class dapat diperoleh dengan harga Rp12 juta selama periode presale. Harga normal untuk tiket VIP Deluxe Class sebesar Rp15 juta.

2. Efisiensi anggaran berdampak pada unit usaha perhotelan milik ITDC di Mandalika

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau Sirkuit Mandalika dari bukit 360, Sabtu (15/3/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau Sirkuit Mandalika dari bukit 360, Sabtu (15/3/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Meski demikian, kata Ari, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah berdampak pada unit usaha hotel milik ITDC di Mandalika. Diketahui, ITDC memiliki unit usaha perhotelan yaitu Hotel Pullman Mandalika.

"Kita punya beberapa unit usaha hotel yang sudah mulai terasa dampaknya kayak Pullman. Tapi saya rasa ini masa-masa penyesuaian," ungkapnya.

Dia menyebut efisiensi yang dilakukan pemerintah sebagai masa penyesuaian. "Dan kesempatan buat teman-teman untuk memikirkan strategi yang lain tidak hanya mengandalkan government sector. Ini penting sekali buat industri hotel," terangnya.

3. Tidak mengandalkan pasar pemerintah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendengarkan penjelasan dari ITDC dan MGPA terkait pengembangan KEK Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendengarkan penjelasan dari ITDC dan MGPA terkait pengembangan KEK Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ari memberikan contoh seperti Kawasan Nusa Dua Bali. Sampai bulan Februari lalu, tingkat okupansi hotel masih dikisaran 70 persen. Karena Nusa Dua Bali merupakan kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak mengandalkan market atau pasar pemerintah.

"Jadi ini sebenarnya yang diharapkan pemerintah bahwa real tourism itu adalah orang berwisata, orang liburan. Bukan mengandalkan anggaran dari pemerintah, kementerian dan lembaga. Cuma ini gak tidak mudah. Tapi saya berharap penyesuaiannya gak lama," tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
Muhammad Nasir
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us