Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Bocah di Kota Bima Meninggal karena DBD, Dinkes Imbau Warga Waspada!

ilustrasi nyamuk (pexels.com/Jimmy Chan)
ilustrasi nyamuk (pexels.com/Jimmy Chan)

Kota Bima, IDN Times - Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun di Kelurahan Penana'e, Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), Sabtu (16/3/2025).

Korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat beberapa jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.

1. Pasien empat hari dirawat di rumah

ilustrasi layanan medis rumah sakit (freepik.com)
ilustrasi layanan medis rumah sakit (freepik.com)

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Bima Fitriani, mengatakan korban sempat mengalami demam tinggi dan diare selama empat hari. Namun, orang tua korban menganggap penyakit tersebut tidak serius dan memilih merawat anaknya di rumah.

"Saat itu, orang tua mengira hanya diare dan demam biasa, jadi anaknya tidak langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Fitriani saat dikonfirmasi, Minggu (16/3/2025).

Menurut Fitriani, kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya dibawa ke RSUD Bima pada tengah malam. Setibanya di IGD, korban langsung mendapatkan penanganan intensif, namun nyawanya tak tertolong.

"Pasien datang dalam kondisi sangat lemah dan kritis. Sekitar pukul 04.00 WITA, pasien dinyatakan meninggal dunia saat ditangani di IGD," terangnya.

2. Derita diare dan hingga demam tinggi

ilustrasi seseorang merasa sakit perut (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi seseorang merasa sakit perut (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Berdasarkan hasil diagnosa awal dokter, korban mengalami diare akut, dehidrasi berat, dan demam tinggi yang mengarah pada gejala DBD.

"Kondisinya memang sudah kritis saat tiba di rumah sakit. Seharusnya sejak hari pertama demam tinggi, korban dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk mendapatkan perawatan," jelas Fitriani.

Ia berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Kota Bima agar lebih sigap menangani gejala DBD, terutama pada anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih lemah.

"Kami imbau orang tua segera membawa anaknya ke puskesmas atau rumah sakit bila mengalami demam tinggi, jangan menunggu kondisi memburuk," tegasnya.

3. Total 93 kasus DBD sejak Januari 2025

ilustrasi nyamuk (pexels.com/ravi)
ilustrasi nyamuk (pexels.com/ravi)

Fitriani juga mengungkapkan, sejak Januari hingga 16 Maret 2025, tercatat sebanyak 93 kasus DBD di Kota Bima. Mayoritas penderitanya adalah anak-anak, disusul lanjut usia (lansia).

"Dari total 93 kasus, sebagian besar diderita anak-anak dan lansia. Ini kelompok yang paling rentan," katanya.

Untuk mencegah meluasnya kasus, Dinas Kesehatan Kota Bima terus melakukan upaya pencegahan bersama sejumlah pemangku kepentingan.

"Kami terus lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging, dan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) ke masyarakat," tutup Fitriani.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Sri Gunawan Wibisono
Juliadin JD
EditorJuliadin JD
Follow Us