Musisi Lombok, Bapack Guru. (Dok.Istimewa)
Pekerjaan sebagai pengajar seni musik memberi Jien nama panggung BAPACKGURU. Melalui proyek solo ini, ia memiliki ruang yang lebih personal untuk menyampaikan cerita lewat lagu ciptaannya. “Lombok yang Ada Kamunya” tumbuh dari gagasan bahwa ingatan tentang Lombok juga melekat pada orang dan pengalaman yang pernah hadir di sana.
JIien mengatakan bahwa lagu itu berawal dari komunikasi untuk proyek kolaborasi, sebelum akhirnya diputuskan lebih cocok dibawakan sebagai karya solo Jien. Aransemennya dikerjakan bersama Didik Mahsyar, Alfian Bakti, dan Oyok Sapriadi, dengan sejumlah musisi Lombok ikut terlibat dalam rekaman. Dalam laporan Konser Lombok pada 13 Juni 2026, video lagunya telah melampaui 70 ribu penayangan di YouTube, sementara musiknya digunakan dalam lebih dari 6 ribu konten Instagram dan TikTok.
Cerita Jien berlanjut melalui “Mulai Dari Nol”, lagu pop dengan sentuhan tradisional, dangdut, dan EDM tentang saling memaafkan, lalu “Kalah Menang Tetap Kamu” pada 2026, tentang seseorang yang terus menemani dalam keberhasilan maupun kegagalan. Pada Juni 2026, ia tampil di panggung utama Festival Muharram Lombok Timur di Lapangan GOR Lalu Muslihin, Selong, dalam rangkaian acara yang menghadirkan GIGI dan Bams. Di tengah perjalanan lagu dan panggungnya, Jien tetap mengajar seni musik, menjalani dua bagian kehidupan yang kini bertemu dalam nama BAPACKGURU.
"Saya senang menjalani profesi saya sebagai guru sekaligus sebagai musisi. Semoga lagu-lagu saya maupun The Datu dapat terus mengibur pendengar di mana pun berada," harapnya.