Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
9 Jemaah Haji NTB Wafat, 12 Orang Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Jemaah haji NTB kloter 2 asal Lombok Tengah tiba di Asrama Haji NTB, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Sembilan jemaah haji asal NTB dilaporkan wafat di Arab Saudi, sebagian besar karena usia lanjut dan penyakit bawaan seperti jantung serta paru-paru yang diperparah kelelahan fisik.
  • Dua kloter pertama jemaah haji NTB telah tiba di Lombok dalam kondisi sehat dan lengkap, masing-masing berjumlah 393 orang bersama petugas pendamping tanpa ada yang dirujuk ke rumah sakit.
  • Sebanyak 12 jemaah haji NTB masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi dan akan dipulangkan setelah dinyatakan sehat, sementara jemaah yang sudah pulang diminta menjaga kondisi tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang wafat di Arab Saudi bertambah menjadi 9 orang. Sebanyak 6 jemaah haji meninggal sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Sedangkan tiga orang jemaah haji NTB meninggal sesudah pelaksanaan Armuzna. "Jadi saat ini sudah 9 orang yang jemaah haji NTB meninggal di Arab Saudi," kata Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram, Herman Nugraha dikonfirmasi IDN Times di Asrama Haji NTB, Rabu (3/6/2026).

1. Faktor penyebab 9 jemaah haji wafat di Arab Saudi

Kepala BKK Mataram Herman Nugraha. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Herman mengungkapkan sebagian besar jemaah haji yang wafat atau meninggal dunia merupakan lansia. Jemaah haji yang meninggal karena penyakit jantung, dan paru. Selain itu, karena kondisi fisik yang kelelahan juga menjadi faktor penyebabnya.

"Kebanyakan yang sudah lansia, ada yang sakit jantung, paru, yang memang sudah ada penyakit bawaan dari sejak keberangkatan. Karena kondisi kelelahan, capek, itu mempengaruhi kondisi yang bersangkutan," kata dia.

2. Jemaah haji kloter 1 dan 2 pulang utuh

Jemaah haji NTB kloter 2 asal Lombok Tengah tiba di Asrama Haji NTB, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Hingga hari ini, sebanyak dua kelompok terbang (kloter) jemaah haji NTB sudah dipulangkan dari Arab Saudi. Kloter 1 Embarkasi Lombok asal Kabupaten Lombok Timur tiba di Bandara Internasional Lombok pada Selasa (2/6/2026) pukul 00.25 WITA, sedangkan kloter 2 asal Lombok Tengah tiba pada Rabu (3/6/2026) pagi.

Herman menjelaskan bahwa semua jemaah haji kloter 1 dan 2 pulang secara utuh, masing-masing sebanyak 393 orang bersama petugas. Dari dua kloter yang sudah dipulangkan, kata dia, tidak ada jemaah yang dirujuk ke rumah sakit. Dia mengatakan semua jemaah yang dipulangkan. dalam kondisi sehat.

"Hari ini LOP 2 (kloter 2) juga datang ke sini semua utuh, 393 orang dengan petugas, tidak ada masalah. Sekarang masih ada diobservasi, mudah-mudahan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya yang sudah menunggu di sini," kata dia.

3. Sebanyak 12 jemaah haji NTB masih dirawat di RS Arab Saudi

Jemaah haji NTB kloter 2 asal Lombok Tengah tiba di Asrama Haji NTB, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Herman meminta semua jemaah haji yang sudah pulang dari Arab Saudi agar tetap menjaga kesehatan. Apalagi dengan adanya perubahan cuaca dingin di NTB dalam beberapa hari terakhir, para jemaah haji agar istirahat yang cukup.

Sampai saat ini, kata dia, sebanyak 12 jemaah haji NTB masih dirawat di Rumah Sakit Arb Saudi. Bagi jemaah yang tidak bisa dipulangkan sesuai jadwal kloter, maka akan dipulangkan setelah kondisinya sehat pada kloter berikutnya.

"Kalau dia misalnya agak sedikit kurang sehat, minum obat. Kalau ada gejala-gejala sakit, segera melapor ke puskesmas terdekat. Nanti disampaikan bahwa jemaah haji yang baru pulang. Yang penting jaga kondisi kesehatan, dan minum vitamin," sarannya.

Jemaah haji diminta jangan banyak aktivitas setelah sampai ke rumah masing-masing. Terutama bagi jemaah haji yang kondisinya kurang sehat dari sejak kedatangan.

"Kondisi cuaca yang dingin saat ini sangat berpengaruh pada jemaah. Makanya perlu penyesuaian dulu di rumah, karena itu membuat kita menyesuaikan lagi dengan kondisi alam di Lombok," kata dia.

Editorial Team

Related Article