Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

656 Hektare Lahan Pertanian dan Tambak di Bima Terendam Banjir

Foto tim BPBD Bima saat evakuasi warga yang terdampak banjir (Dok/BPBD Bima)
Foto tim BPBD Bima saat evakuasi warga yang terdampak banjir (Dok/BPBD Bima)

Bima, IDN Times - Sebanyak 656 hektare lahan pertanian dan tambak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terendam banjir. Kemudian satu unit rumah rusak dan seorang bocah berusia 12 tahun terseret arus.

Sebagian warga yang terdampak banjir terpaksa mengungsi ke kantor desa terdekat. Bencana banjir ini terjadi setelah wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya diguyur hujan lebat disertai angin kencang, Rabu (22/1/2025).

1. 2.364 rumah terendam

Foto banjir rendam ruas jalan raya dan pemukiman warga Bima (Dok/BPBD Bima)
Foto banjir rendam ruas jalan raya dan pemukiman warga Bima (Dok/BPBD Bima)

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Isyra mengatakan selain ratusan hektare lahan pertanian dan tambak, banjir juga merendam 2.364 unit rumah warga. Ketinggian banjir variatif, mulai dari 30 sentimeter hingga 100 sentimeter.

"Total rumah warga yang terendam banjir mulai dari ketinggian 30 hingga 100 sentimeter sebanyak 2.364 unit," kata Isyra dikonfirmasi, Rabu malam (22/1/2025).

2. Warga mengungsi dan bocah terseret arus

Foto kondisi banjir rendam ruas jalan dan pemukiman warga di Bima 22 Januari 2025 (Dok/BPBD Bima)
Foto kondisi banjir rendam ruas jalan dan pemukiman warga di Bima 22 Januari 2025 (Dok/BPBD Bima)

Ribuan rumah yang terendam itu tersebar di delapan desa dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Woha, Monta dan Madapangga. Rinciannya, di Kecamatan Woha meliputi Desa Pandai sebanyak 612 unit , Desa Penapali 432, Desa Naru 150, Desa Waduwani 26 dan Desa Nisa 632 unit rumah yang menyebabkan sejumlah warga mengungsi ke kantor desa.

"Di Desa Nisa cukup parah, menyebabkan warga mengungsi ke kantor desa. Di sana juga dilaporkan seorang bocah berusia 12 tahun terseret arus, tapi berhasil diselamatkan petugas," jelasnya.

Kemudian di Kecamatan Monta yakni Desa Sakuru dengan jumlah rumah yang terdampak sebanyak 162 rumah dan Desa Baralau 350 rumah. Sedangkan di Kecamatan Madapangga di Desa Rade, dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 49 unit dan 1 rumah roboh terjang banjir.

3. Banjir rendam pemukiman akibat luapan air sungai

Foto tim BPBD Bima saat bantu evakuasi warga yang terdampak (Dok/BPBD Bima)
Foto tim BPBD Bima saat bantu evakuasi warga yang terdampak (Dok/BPBD Bima)

Selain itu, banjir juga merendam ruas jalan raya lintas provinsi di Desa Pandai Kecamatan Woha. Akibatnya, arus lalulintas terganggu dan pengendara baru bisa melanjutkan perjalanan setelah banjir surut.

Menurut Isyra, banjir terjadi akibat luapan banjir di sungai sekitar perkampungan setelah wilayah setempat diguyur hujan lebat. Kemudian ditambah lagi dangkal dan sempitnya drainase sebagai saluran pembuangan air.

"Sehingga air meluap, lalu membanjiri rumah-rumah warga dan lahan pertanian, tambak hingga ruas jalan raya," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD
Follow Us