Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Hal Menarik dari Kehidupan Masyarakat di Kaki Gunung Rinjani

Acara adat yang didatangi oleh perwakilan UNESCO di Sembalun.
Acara adat yang didatangi oleh perwakilan UNESCO di Sembalun. (instagram.com/Siti Humaeraq)
Intinya sih...
  • Ketergantungan harmonis pada alamMasyarakat menggantungkan hidup pada pertanian dan menjaga alam sebagai sumber kehidupan jangka panjang.
  • Ritme hidup yang pelan dan teraturAktivitas dimulai sejak pagi, tanpa tekanan berlebihan, menciptakan keseimbangan emosional dan sosial.
  • Tradisi dan upacara adat yang masih dijagaUpacara syukur kepada alam mempererat hubungan sosial antarwarga dengan penuh kesadaran dan kebersamaan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gunung Rinjani bukan hanya ikon alam Lombok, tetapi juga pusat kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Di kaki gunung ini, alam bukan sekadar latar belakang, melainkan bagian dari keseharian yang memberi sumber penghidupan, membentuk kebiasaan, dan menanamkan nilai-nilai hidup yang diwariskan turun-temurun.

Kehidupan masyarakat Rinjani tumbuh dari hubungan yang erat antara manusia dan alam. Di tengah perubahan zaman, masyarakat di kaki Gunung Rinjani masih mempertahankan cara hidup yang sederhana dan selaras dengan lingkungan. Ritme kehidupan berjalan lebih pelan, penuh kesadaran, dan kaya makna.

Berikut 6 hal menarik dari kehidupan masyarakat di kaki Gunung Rinjani yang patut dikenali dan dihargai.

1. Ketergantungan harmonis pada alam

Foto pemandangan alam dari rumah warga di Sembalun, Lombok Timur.
Foto pemandangan alam dari rumah warga di Sembalun, Lombok Timur. (unsplash.com/Darren Budiman)

Masyarakat di kaki Gunung Rinjani menggantungkan hidup mereka pada alam sekitar. Pertanian menjadi mata pencaharian utama, dengan ladang sayur, padi, dan tanaman hortikultura yang memanfaatkan kesuburan tanah vulkanik. Alam tidak dieksploitasi secara berlebihan, melainkan dirawat sebagai sumber kehidupan jangka panjang.

Hubungan ini membentuk sikap hormat terhadap lingkungan. Mereka memahami bahwa kelestarian alam akan menentukan keberlangsungan hidup generasi berikutnya. Nilai ini tercermin dalam cara bertani, mengelola air, dan menjaga hutan di sekitar Rinjani.

2. Ritme hidup yang pelan dan teratur

Foto jalan di Sembalun, Lombok Timur.
Foto jalan di Sembalun, Lombok Timur. (unsplash.com/Arya Krisdyantara)

Berbeda dengan kehidupan kota yang serba cepat, masyarakat di kaki Rinjani menjalani hari dengan ritme yang lebih tenang. Aktivitas dimulai sejak pagi, mengikuti cahaya matahari dan kondisi alam. Waktu istirahat dan bekerja berjalan seimbang, tanpa tekanan berlebihan.

Ritme hidup ini menciptakan keseimbangan emosional dan sosial. Interaksi antarwarga berlangsung alami, tanpa terburu-buru. Kehidupan yang pelan justru membuat hubungan antarindividu terasa lebih hangat dan bermakna.

3. Tradisi dan upacara adat yang masih dijaga

Foto acara adat Desa Sembalun yang didatangi wisatawan lokal dan mancanegara.
Foto acara adat Desa Sembalun yang didatangi wisatawan lokal dan mancanegara. (instagram.com/Siti Humaeraq)

Tradisi adat masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Rinjani. Upacara-upacara tertentu dilakukan sebagai bentuk syukur kepada alam dan Sang Pencipta. Tradisi ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Pelaksanaan adat dilakukan dengan penuh kesadaran dan kebersamaan. Setiap anggota masyarakat memiliki peran, dari yang tua hingga yang muda. Tradisi menjadi pengingat bahwa kehidupan bukan hanya soal individu, tetapi tentang komunitas dan warisan nilai.

4. Nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari

Warga sedang duduk santai sambil melihat alam Sembalun.
Warga sedang duduk santai sambil melihat alam Sembalun. (instagram.com/Siti Humaeraq)

Gotong royong masih menjadi fondasi kehidupan sosial di kaki Gunung Rinjani. Warga saling membantu dalam berbagai aktivitas, mulai dari bertani, membangun rumah, hingga mengadakan acara adat. Kebersamaan ini tumbuh dari rasa saling percaya dan kepedulian.

Nilai gotong royong juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Dalam kondisi sulit, mereka tidak berjalan sendiri. Solidaritas menjadi kekuatan utama yang menjaga keharmonisan dan keberlangsungan hidup bersama.

5. Kearifan lokal dalam mengelola alam

Seorang wisatawan sedang menikmati makan buah strawberry di ladang warga.
Seorang wisatawan sedang menikmati makan buah strawberry di ladang warga. (instagram.com/Siti Humaeraq)

Masyarakat di sekitar Rinjani memiliki pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Mereka memahami tanda-tanda alam, pola cuaca, dan cara bercocok tanam yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Pengetahuan ini menjadi panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kearifan lokal ini tidak tertulis, tetapi hidup dalam praktik nyata. Dari pengelolaan sumber air hingga pemanfaatan lahan, semua dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan alam. Inilah bentuk kecerdasan ekologis yang lahir dari pengalaman panjang hidup berdampingan dengan alam.

6. Kehidupan spiritual yang menyatu dengan alam

Acara adat yang didatangi oleh perwakilan UNESCO di Sembalun.
Acara adat yang didatangi oleh perwakilan UNESCO di Sembalun. (instagram.com/Siti Humaeraq)

Bagi masyarakat di kaki Gunung Rinjani, alam memiliki nilai spiritual yang mendalam. Gunung, hutan, dan mata air dipandang sebagai ruang sakral yang harus dihormati. Keyakinan ini membentuk sikap rendah hati terhadap alam dan kehidupan.

Kehidupan spiritual ini tercermin dalam doa, ritual, dan sikap sehari-hari. Alam tidak diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga. Hubungan spiritual inilah yang membuat kehidupan di kaki Rinjani terasa lebih utuh dan bermakna.

Kehidupan masyarakat di kaki Gunung Rinjani mengajarkan tentang keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai hidup. Dalam kesederhanaan, mereka menemukan ketenangan; dalam kebersamaan, mereka membangun kekuatan. Rinjani bukan hanya gunung yang menjulang tinggi, tetapi juga sumber pelajaran tentang cara hidup yang selaras, penuh hormat, dan berkelanjungan.

Itulah 6 hal menarik dari kehidupan masyarakat di kaki Gunung Rinjani yang patut dikenali dan dihargai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest Travel NTB

6 Hal Menarik dari Kehidupan Masyarakat di Kaki Gunung Rinjani

19 Feb 2026, 06:40 WIBTravel