Utusan Khusus Presiden Ungkap Peluang Perpanjangan Kontrak MotoGP

- Pemerintah membahas peluang perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika 2027-2031 dengan Dorna Sports, setelah kontrak saat ini berakhir pada 2026.
- Zita Anjani menilai MotoGP Mandalika 2026 sukses menggerakkan pariwisata NTB, terlihat dari hotel, transportasi, penerbangan domestik, dan rute Lombok-Singapura yang penuh.
- Menpora Erick Thohir mendukung kelanjutan MotoGP Mandalika, namun keputusan menunggu Presiden Prabowo; kementerian, InJourney, dan Danantara telah memulai negosiasi termasuk hosting fee.
Lombok Tengah, IDN Times - Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani mengungkap peluang perpanjangan kontrak MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit. Kontrak penyelenggaraan MotoGP Mandalika berakhir pada 2026 dan pemerintah masih melakukan pembahasan dengan Dorna Sports terkait penyelenggaraan event internasional itu lima tahun ke depan.
"Terkait perpanjangan (kontrak MotoGP Mandalika) tentu nanti pak Menpora Erick Thohir, InJourney dan BUMN. Apapun keputusannya kita lihat nanti, tentunya harus berkonsultasi dengan bapak presiden dulu," kata Zita dikonfirmasi usai silaturahmi pengurus PAN se-NTB di Lombok Tengah, Selasa (13/10/2026).
1. Penyelenggaraan MotoGP Mandalika dinilai sukses

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani. (IDN Times/Muhammad Nasir) Dia mengatakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 berjalan sukses. Zita mengaku datang langsung ke Sirkuit Mandalika dan berkeliling ke area Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan saat gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Menurutnya, gelaran MotoGP Mandalika membawa impact untuk sektor pariwisata di NTB. "Hotel-hotel penuh, mobil-mobil sampai didatangkan dari Bali. Terus mobil Innova, Hiace, bahkan sewa motor pun ada beberapa didatangkan dari Bali saking penuhnya Lombok ini," kata dia.
2. Tak dapat tiket pulang ke Jakarta

Penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir) Putri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan itu mengatakan penonton MotoGP Mandalika cukup ramai. Saking ramainya, Zita mengatakan belum mendapatkan tiket pulang ke Jakarta.
"Hari ini masih di Lombok karena belum dapat tiket pulang. Jadi informasinya baru besok ada penerbangan kosong untuk balik ke Jakarta. Jadi semua tiket pesawat itu full, bisa dicek baik ke Jakarta, Bali, Surabaya, itu full semua," ungkapnya.
Selain penerbangan domestik, kata dia, tiket untuk rute internasional seperti Lombok-Singapura juga penuh. "Jadi kita bisa lihat efek pariwisatanya, dampak ke masyarakat lokal besar sekali," tandas Zita.
3. Perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika tunggu keputusan presiden

Para penonton keluar dari Sirkuit Mandalika usai menyaksikan sprint race MotoGP Mandalika, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika 2027-2031 masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. Erick menyatakan mendukung MotoGP Mandalika tetap berlanjut.
Sebagaimana diketahui, kontrak penyelenggaraan MotoGP Mandalika antara Dorna Sports dan Pemerintah Indonesia berakhir pada 2026. Saat ini, sejumlah kementerian seperti Kemenpora, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney dan Danantara Indonesia telah melakukan pembahasan-pembahasan awal terkait perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika 2027-2031.
"Nanti kita tunggu keputusan Bapak Presiden, ya. Mudah-mudahan nanti biar beliau yang menyampaikan," kata Erick dikonfirmasi di kawasan Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026).
Erick menambahkan bahwa MotoGP Mandalika merupakan event yang berharga buat Indonesia. Karena event MotoGP mempromosikan Indonesia ke kancah dunia, secara khusus Kawasan Mandalika. Menurutnya, jika ingin mendorong pengembangan sektor pariwisata Indonesia yang terus meningkat maka harus dibangun destinasi-destinasi seperti Mandalika.
Sebelumnya, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan negosiasi antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Kepala BP BUMN, Wakil Menteri Keuangan dan Direktur Utama InJourney dengan Dorna Sports telah dilakukan di Kantor Danantara di Jakarta. Pembahasan itu merupakan tahapan awal pembicaraan perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika termasuk mengenai hosting fee.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memberikan rekomendasi kepada Menpora, Menteri Pariwisata (Menpar)dan Wakil Gubernur NTB terkait pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika. Rekomendasi Bappenas itu dalam bentuk buku yang berjudul "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" diberikan kepada kementerian terkait dan Pemprov NTB. Buku yang berisi rekomendasi Bappenas itu menjadi rujukan ITDC terkait pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika.


















