Gubernur NTB Optimis Kontrak MotoGP Mandalika Diperpanjang

- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal optimistis kontrak MotoGP Mandalika yang berakhir pada 2026 diperpanjang lima tahun, sementara negosiasi dengan Dorna Sports masih berlangsung.
- Dorna Sports disebut telah menyampaikan kelanjutan MotoGP Mandalika hingga 2031 serta kalender 2027–2029; Pemprov NTB fokus memperluas dampak ekonomi, sosial, pariwisata, dan peningkatan SDM lokal.
- MotoGP Mandalika 2026 mencatat rekor 157.875 penonton, naik 12,5 persen. Dampak ekonomi diprediksi melampaui Rp5 triliun, namun hasil survei ITDC-ITB dan Pemprov NTB-BPS masih diproses.
Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengaku optimis kontrak penyelenggaraan MotoGP Mandalika bakal diperpanjang. Kontrak MotoGP Mandalika sendiri berakhir pada 2026 ini.
Saat ini, pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan Dorna Sports terkait pembahasan perpanjangan kontrak MotoGP untuk lima tahun ke depan.
"Jadi insyaallah (diperpanjang). Itu nanti, mengenai negosiasi (perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika), itu levelnya tinggi," kata Iqbal, Senin (12/10/2026).
1. Dorna sudah akan lanjutkan MotoGP Mandalika hingga 2031

Penonton MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir) Iqbal mengatakan Dorna Sports telah menyampaikan bahwa gelaran MotoGP Mandalika akan berlanjut hingga 2031. Bahkan, kata dia, Dorna telah menyampaikan kalender MotoGP Mandalika 2027 hingga 2029.
"Kalau dari Dorna sudah mengumumkan akan meneruskan sampai 2031. Bahkan jadwal untuk tahun depan sudah keluar, 2027 sampai dengan 2029 sudah keluar," kata dia.
Terlepas dari negosiasi perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika, eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu mengatakan tugas pemerintah daerah bersama stakeholders terkait adalah memastikan penyelenggaraan MotoGP Mandalika memberikan dampak yang besar bagi NTB
"Tapi tugas kita bersama adalah bagaimana memastikan supaya event ini memberikan dampak sebesar-besarnya, seluas-luasnya, sepanjang-panjangnya buat NTB. Itu konsep kita dan itu fokus kita," tambahnya.
2. Memastikan keberadaan Sirkuit Mandalika berdampak pada pembangunan sektor pariwisata NTB

Tim medis NTB yang bertugas saat MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir) Pria asal Lombok Tengah ini menambahkan bahwa keberadaan Sirkuit Mandalika harus dipastikan memberikan dampak yang positif bagi ekonomi, sosial dan pembangunan sektor pariwisata di NTB. Momentum penyelenggaraan MotoGP Mandalika harus dimanfaatkan untuk membangun dan mengembangkan sektor pariwisata.
Untuk itu, dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika di tahun-tahun berikutnya kegiatan sebelum dan sesudah event akan diperpanjang. "Sehingga dampak ekonominya juga semakin panjang," ujarnya.
Dia mengungkapkan banyak hal-hal baik yang diperoleh SDM lokal dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Misalnya, penyiapan tim medis berstandar internasional dan pengamanan standar internasional. "Semua yang standar internasional ini berdampak ke pelayanan publik di NTB," terangnya.
3. Prediksi dampak ekonomi di atas Rp5 triliun

Salah satu stand UMKM yang menjajakan kuliner saat event MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir) MotoGP Mandalika 2026 mencatat rekor batu jumlah penonton yang mencapai 157.875 orang selama tiga hari penyelenggaraan. Iqbal mengatakan capaian tersebut sebagai momentum penting bagi NTB untuk terus memperkuat posisinya sebagai tuan rumah ajang internasional.
Menurutnya, keberhasilan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya terlihat dari persaingan para pembalap di lintasan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat lokal menyelenggarakan event berstandar dunia. Antusiasme penonton menjadi salah satu catatan terbesar tahun ini.
Sepanjang 9–11 Oktober 2026, MotoGP Mandalika mencatat 157.875 penonton, meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 140.324 orang. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sejak MotoGP pertama kali digelar di Mandalika pada 2022.
Dengan melihat antusiasme penonton yang cukup tinggi tahun ini, dia memprediksi dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 akan tembus di atas Rp5 triliun. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan Pemprov NTB bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan survei terkait dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026.
"Tapi ini belum bisa kita sampaikan sekarang karena proses survei masih dilakukan. ITDC bekerjasama dengan ITB dan kami bekerjasama juga dengan BPS, surveyor sedang melakukan survei. Kita berharap mendapatkan estimasi berapa kira-kira multiplier effectnya, harapannya adalah Rp5 triliun plus-plus," tandas Iqbal.






















