Berbagai pengurus PBNU daerah seluruh Indonesia menghadiri Harlah ke-22 NU di Istora Senayan Jakarta, Rabu (5/2/2025). (Youtube Sekretariat Presiden)
Iqbal menambahkan, kiprah Tuan Guru Bagu menjangkau organisasi keagamaan di tingkat daerah maupun nasional. Almarhum mengemban amanah sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB.
“Beliau bukan hanya seorang pengasuh pondok pesantren, tetapi juga tempat masyarakat mencari ilmu, nasihat, dan tuntunan. Pengabdian beliau melalui Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu serta Nahdlatul Ulama telah memberikan kontribusi besar bagi kehidupan keagamaan masyarakat NTB,” ujar Iqbal.
Dia mengajak masyarakat NTB untuk mendoakan almarhum serta memberikan dukungan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu yang ditinggalkan.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan," kata Iqbal.