Kumis yang berkedut atau kaki yang bergerak kecil dapat terlihat saat kucing sedang tidur. Gerakan ini sering membuat pemilik membayangkan kucing sedang mengejar sesuatu dalam mimpi.
Gerakan kecil memang bisa muncul pada fase tidur REM (rapid eye movement) atau gerakan mata cepat, ketika aktivitas otak meningkat. Namun, gerakan itu belum bisa menjelaskan pengalaman yang sedang dialami kucing.
Cats Protection menekankan bahwa isi mimpi kucing belum diketahui secara ilmiah. Penjelasan tentang tidur perlu membedakan hal yang dapat diamati dengan dugaan tentang isi pikirannya.
Kaki dan Kumis Kucing Bergerak saat Tidur, Benarkah sedang Bermimpi?

Take a Deeper Read
1. Aktivitas saraf tetap berlangsung selama tidur
Tidur kucing berlangsung melalui beberapa tahap, termasuk non-REM dan REM. Pada tahap REM, kumis, telinga, kaki, atau kelopak mata dapat menunjukkan gerakan kecil.
Kedutan ini umumnya berkaitan dengan aktivitas sistem saraf selama tidur. Jadi, tubuh yang tampak bergerak sedikit belum tentu sedang mengalami gangguan.
Kucing yang terlihat beristirahat juga kadang masih cukup waspada terhadap lingkungan. Karena itu, tidak setiap gerakan telinga pada kucing yang memejamkan mata berarti sedang bermimpi.
2. Tidur REM memberi petunjuk tentang kemungkinan mimpi
Pada manusia, tidur REM berkaitan erat dengan pengalaman bermimpi. Kesamaan pola tidur membuat peneliti menduga kucing juga mungkin mengalami bentuk mimpi.
Namun, kucing tidak dapat menceritakan pengalaman tidurnya kepada manusia. Menganggap gerakan kaki sebagai bukti mimpi berburu melampaui informasi yang bisa diamati.
Di luar persoalan mimpi, tidur membantu kucing mempertahankan energi untuk beraktivitas. Kebutuhan istirahat juga berbeda mengikuti usia, dengan anak kucing dan kucing tua umumnya tidur lebih lama.
3. Biarkan beristirahat dan perhatikan perubahan yang tidak biasa
Kucing sebaiknya tidak dibangunkan hanya karena muncul kedutan kecil yang biasa. Tempat tidur yang hangat, nyaman, dan aman membantu memenuhi kebutuhan istirahatnya.
Gerakan yang kuat, berkepanjangan, atau disertai perubahan napas perlu dibicarakan dengan dokter hewan. Jika memungkinkan, rekam perilakunya untuk membantu penilaian.
Perubahan besar pada lama tidur atau kebiasaan bersembunyi juga layak diperhatikan. Mengenali kebiasaan istirahat kucing membantu pemilik menyadari saat polanya berubah.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Kucing Mendadak Lari seperti Dikejar? Ini Penjelasan di Balik Zoomies15 Oct 2026, 06:36 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Kucing Bisa Alergi terhadap Pemiliknya? Kenali Pemicunya, Yuk!15 Oct 2026, 06:33 WIB
- Kucing Lebih Bahagia di Apartemen atau Rumah? Ini Penyebabnya!15 Oct 2026, 06:28 WIB