Haru! Mahasiswa 19 Tahun Ini Naik Haji Gantikan Ibu yang Wafat

Mataram, iDN Times - Sugeng Jayadi (19) menjadi jemaah calon haji (JCH) termuda asal Nusa Tenggara Barat pada musim haji 2025. Mahasiswa semester 2 Fakultas Teknik Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ini tergabung dalam kloter 3 Embarkasi Lombok asal Kota Mataram.
Sugeng menjadi JCH termuda menggantikan sang ibu yang meninggal dunia pada 2023. Pada tahun ini, Sugeng berangkat haji bersama sang ayah, Sumardiono (58) yang merupakan pensiunan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB.
"Saya merasa terharu dan bangga. Bangga karena bisa dipanggil pada usia muda ke Tanah Suci. Saya pengganti dari ibu yang meninggal dunia pada September 2023," kata Sugeng ditemui di Asrama Haji NTB, Sabtu (3/5/2025).
1. Dapat izin cuti kuliah selama melaksanakan ibadah haji

Mahasiswa jurusan Teknik Informatika dan Komputer ini mengatakan pihak kampus memberikan izin cuti selama dia melaksanakan ibadah haji. Dia berharap dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan selalu diberikan kesehatan.
"Semoga jemaah haji kloter 3 Kota Mataram ini sehat selalu dan mendapatkan haji mabrur. Saya pribadi ke depannya berharap bisa sukses dan bisa mendampingi bapak saya," harapnya.
2. Anak semata wayang

Sugeng merupakan anak semata wayang atau anak satu-satunya di dalam keluarga. Dia mengaku tak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk pelaksanaan ibadah haji selama berada di Malang.
Baru setelah pulang kampung ke Mataram, dia mempersiapkan diri untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini. "Saya setelah pulang baru persiapan. Karena di Malang agak susah untuk persiapan. Jadi persiapannya di sini," tuturnya.
Di tempat yang sama, Sumardiono (58), ayah Sugeng Jayadi mengatakan sebenarnya dia bersama istri berangkat menunaikan ibadah haji pada 2023. Namun karena sang istri meninggal dunia, dia menunda keberangkatan pada 2024 lalu.
"Karena istri meninggal dunia, saya dan anak saya dipanggil naik haji pada 2025. Anak saya menggantikan ibunya. Sebenarnya tahun kemarin berangkat tapi karena saya ngajak anak, jadi saya mundur dan melaksanakan haji tahun ini," tuturnya.
3. Menunggu selama 14 tahun

Sumardiono mendaftar naik haji pada Desember 2011, sedangkan istrinya pada Juni 2012. Dia menunggu selama 14 tahun untuk berangkat haji. Sehingga, Sumardiono mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji bersama anak semata wayangnya pada tahun ini.
"Saya senang sekali bisa menunaikan ibadah haji bersama anak. Karena saya sudah tua dan pensiun, sehingga perlu pendamping, alhamdulilah anak saya diberikan cuti kuliah untuk mendampingi saya," katanya.
Sumardiono mengaku sempat was-was karena sampai tadi malam visanya belum keluar. Sedangkan visa anaknya sudah terbit. Sampai tadi pagi saat pelepasan JCH Kota Mataram di Kantor Wali Kota Mataram, dia belum mendapatkan kepastian soal visa.
Tetapi dia tetap ikut ke Asrama Haji NTB bersama jemaah lainnya. Setelah dicek, ternyata visanya sudah keluar namun belum dirilis didaftar absen jemaah haji kloter 3. Dia sempat ingin menunda keberabgkatan ke kloter 9 karena ingin tetap bersama anaknya.
"Sekarang sudah keluar visanya dan bisa diberangkatkan bersama anak di kloter 3. Karena saya sudah tua, harus ada pendamping. Jadi tadi malam sempat khawatir bagaimana kalau saya terpisah dengan anak saya. Kalau bisa mundur ke kloter 9, saya rela mundur. Yang penting bersama dengan anak saya," tuturnya.
Jumlah JCH NTB kloter 3 asal Kota Mataram sebanyak 393 orang. Para jemaah masuk ke Asrama Haji NTB pukul 12.00 WITA. Selanjutnya akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Lombok menuju Madinah Arab Saudi pada Minggu (4/5/2025) pukul 11.50 WITA.