Erick Thohir: Perpanjangan Kontrak MotoGP Menunggu Keputusan Presiden

- Perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika untuk periode 2027-2031 masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto, setelah kontrak dengan Dorna Sports berakhir pada 2026.
- Kemenpora, Kemenkeu, InJourney, dan Danantara telah membahas awal perpanjangan, termasuk hosting fee; rekomendasi Bappenas menjadi rujukan ITDC terkait pembayaran.
- Erick Thohir mendukung kelanjutan MotoGP Mandalika karena dinilai mempromosikan pariwisata Indonesia dan membuka peluang pembalap muda seperti Veda Ega Pratama serta Mario Suryo Aji naik kelas.
Lombok Tengah, IDN Times - Perpanjangan kontrak penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Presiden Prabowo.
"Nanti kita tunggu keputusan Bapak Presiden, ya. Mudah-mudahan nanti biar beliau yang menyampaikan," kata Erick dikonfirmasi di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).
1. Menpora dukung event MotoGP Mandalika tetap berlanjut

Menpora Erick Thohir foto bersama dengan pesepakbola usia dini di kawasan Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Eks Menteri BUMN itu menyatakan mendukung MotoGP Mandalika tetap berlanjut. Sebagaimana diketahui, kontrak penyelenggaraan MotoGP Mandalika antara Dorna Sports dan Pemerintah Indonesia berakhir pada 2026.
Saat ini, sejumlah kementerian seperti Kemenpora, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney dan Danantara Indonesia telah melakukan pembahasan-pembahasan awal terkait perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika 2027-2031.
"Kita pasti dukung, karena ini (MotoGP Mandalika) event yang bagus. (keputusannya), iya kita tunggu keputusan Bapak Presiden," kata dia.
2. Sebut MotoGP Mandalika event yang mempromosikan Indonesia ke dunia

Para penonton keluar dari Sirkuit Mandalika usai menyaksikan sprint race MotoGP Mandalika, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Erick menambahkan bahwa MotoGP Mandalika merupakan event yang berharga buat Indonesia. Karena event MotoGP mempromosikan Indonesia ke kancah dunia, secara khusus Kawasan Mandalika. Menurutnya, jika ingin mendorong pengembangan sektor pariwisata Indonesia yang terus meningkat. Maka harus dibangun destinasi-destinasi seperti Mandalika.
"Kalau kita ingin mendorong tourism semakin meningkat terus, ya selain Bali kita harus membangun tempat-tempat lain seperti Mandalika yang memang punya nilai tambah. Nah, kebetulan Mandalika punya plus MotoGP-nya," kata dia.
3. Pembalap Indonesia punya kesempatan naik kelas

Pembalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama foto bersama Menpora Erick Thohir, Minggu (11/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Dengan adanya MotoGP Mandalika, kata Erick, pembalap-pembalap muda Indonesia punya kesempatan naik kelas. Seperti pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama yang kini berlaga di kelas Moto3. Kemudian Mario Suryo Aji yang berlaga di kelas Moto2.
"Pemerintah bersama InJourney membuat event ini (MotoGP Mandalika) dengan biaya yang sangat mahal tetapi tidak hanya mengharapkan (dampak) ekonomi. Tapi juga bintang-bintang Indonesia punya kesempatan naik kelas," tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan negosiasi antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Kepala BP BUMN, Wakil Menteri Keuangan dan Direktur Utama InJourney dengan Dorna Sports telah dilakukan di Kantor Danantara di Jakarta. Pembahasan itu merupakan tahapan awal pembicaraan perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika termasuk mengenai hosting fee.
Dia menjelaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memberikan rekomendasi kepada Menpora, Menteri Pariwisata (Menpar)dan Wakil Gubernur NTB terkait pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika.
Rekomendasi Bappenas itu dalam bentuk buku yang berjudul "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" diberikan kepada kementerian terkait dan Pemprov NTB. Buku yang berisi rekomendasi Bappenas itu menjadi rujukan ITDC terkait pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika.
"Bappenas memberikan rekomendasi berdasarkan proses yang dilakukan dari studi banding segala macam kemudian dicek semua partner. Semua berperan tapi sesuai porsi masing-masing. Tapi kalau bicara hosting fee ini uang besar, semua dari pemerintah pusat," jelas Troy.






















