Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya NTT, Gereja dan Rumah Rusak
Dampak kerusakan gempabumi magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya (SBD). (Dok Pusdalops NTT)
  • Gempa bermagnitudo 6,1 yang diperbarui menjadi M5,9 mengguncang Sumba Barat Daya pada Minggu pagi, tidak berpotensi tsunami dan dipicu aktivitas sesar aktif.

  • Getaran terasa kuat di wilayah Kodi hingga Bima, memicu warga keluar dari rumah dan gereja; sejumlah bangunan dilaporkan retak, rusak, bahkan runtuh di Kodi.

  • BPBD masih mendata dampak kerusakan dan korban di lapangan, sementara staf telah dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kerusakan rumah serta sekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa berkekuatan awal M6,1 yang diperbarui menjadi M5,9 mengguncang Sumba Barat Daya, menyebabkan warga keluar dari bangunan serta merusak rumah, gereja, sekolah, dan fasilitas lain.
  • Who?
    Warga Sumba Barat Daya, termasuk umat Paroki St. Arnoldus Janssen di Tambolaka, terdampak gempa. BMKG dan BPBD NTT memantau serta melakukan pendataan kerusakan dan korban.
  • Where?
    Guncangan terkuat dirasakan di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, Sumba Barat Daya, NTT. Gempa juga terasa di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, Raba, hingga Kota Bima, NTB.
  • When?
    Gempa terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 06.55.52 WITA. Hingga pukul 07.25.55 WITA, BMKG mencatat satu gempa susulan.
  • Why?
    Menurut BMKG, gempa dangkal ini dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
  • How?
    Getaran skala VI MMI membuat warga panik dan berhamburan keluar. BPBD telah menurunkan staf di sekitar lokasi, sementara pendataan kerusakan dan korban masih berlangsung; gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu pagi (4/10/2026). Kejadian ini membuat banyak warga panik dan meninggalkan bangunan rumah hingga gereja saat mereka akan memulai ibadah Minggu pagi.

Dalam laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pada pukul 06.55.52 WITA ini tidak berpotensi tsunami. Parameter update yang diperbaharui M5,9 pada kedalaman 30 km. Sementara titik atau episenternya di laut kilometer (km) pada wilayah Barat Daya Kodi, SBD.

1. Tidak berpotensi tsunami, terasa hingga Bima

Dampak kerusakan gempabumi magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya (SBD). (Dok Pusdalops NTT)

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan persnya menyebut ini termasuk jenis gempa dangkal. Penyebabbya ialah aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault) dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Intensitas yang terasa pada skala VI MMI di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi sehingga getaran dirasakan semua penduduk, kebanyakan terkejut dan lari keluar. Intensitas IV MMI dirasakan di Kota Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba.

Ia juga menyebut gempa ini terasa hingga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kemudian ada pula gempa susulan sejam setelahnya.

"Terasa juga hingga di Kota Bima terasa dengan skala III MMI. Hingga pukul 07.25.55 WITA BMKG mencatat satu gempa susulan," ungkapnya.

2. Warga sedang bersiap ibadah di gereja

Dampak kerusakan gempabumi magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya (SBD). (Dok Pusdalops NTT)

Dalam laporan warga di Tambolaka, gempa mengguncang ketika mereka dalam persiapan untuk misa pagi itu. Yohanes Bulu, salah seorang warga mengaku warga berhamburan keluar gereja dan sempat terjatuh.

"Sempat gaduh karena gempa itu dan semua spontan keluar dari gereja," tukas umat Paroki St Arnoldus Janssen ini.

Gempa ini juga membuat bangunan gereja yang retak pada tembok dan sisi menara. Beruntung tidak terjadi kerusakan berarti dan tak ada korban jiwa. Misa kembali berlangsung beberapa saat kemudian.

Franky Keban, salah satu warga SBD yang dihubungi menyampaikan kondisi terparah ada pada wilayah Kodi yang merupakan episenternya gempa tersebut. Banyak rumah-rumah yang rusak dan runtuh. Kerusakan juga terjadi pada beberapa fasilitas lainnya termasuk sekolah.

"Di kota masih aman. Lebih parah di Kodi. Kita mau mau ke sana cek karena laporannya banyak yang rusak parah," sebutnya.

3. BPDB masih lakukan pendataan

Dampak kerusakan gempabumi magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya (SBD). (Dok Pusdalops NTT)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga masih belum membuat laporan rincian akibat kerusakan tersebut karena pendataan di lapangan masih berjalan.

"Kami jauh dari lokus utama kejadian. Kami sedang berusaha update data supaya datanya valid,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, staf BPBD di dekat lokasi sudah diturunkan ke lapangan segera setelah gempa terjadi untuk mengetahui kerusakan dan korban akibat bencana tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article