Frugal Living Ala Gen Z di NTB, Sisihkan Gaji untuk Investasi Emas

Mataram, IDN Times - Gaya hidup hemat atau frugal living sedang populer di kalangan generasi Z (Gen Z). Generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 itu mengelola gaji yang pas-pasan tanpa mengorbankan kualitas hidup.
Salah seorang Gen Z yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Mataram Rima Dwita, berbagi strategi mengelola keuangan di tengah gaji yang terbatas. Meskipun gaji yang diterima setiap bulan kurang dari Rp3 juta, namun ada yang tetap sisihkan untuk investasi emas.
"Personally, aku gak begitu paham keuangan itu, lebih ke agak hemat. Kenapa? Karena aku ngumpulin duit buat beli sesuatu yang lebih besar. Misalnya, dalam enam bulan ngumpulin duit dari gaji buat beli emas atau ganti HP. Kalau banyak duitnya, lebih kepada investasi beli emas," kata Rima saat berbincang dengan IDN Times, Sabtu (29/3/2025).
1. Mengelola keuangan dengan gaji yang pas-pasan

Berdasarkan hasil survei IDN Research Institute dalam Indonesia Millennial and Gen Z Report 2025, terdapat beberapa strategi yang dilakukan oleh Gen Z dalam mengelola finansial seiring meningkatnya biaya hidup di Indonesia yakni, mencari penghasilan tambahan (48%), menerapkan frugal lifestyle (56%), dan rutin menabung (51%). Mayoritas responden (59%) memilih mengadopsi frugal lifestyle sebagai langkah penghematan biaya.
Rima menjelaskan strategi yang dilakukan menghemat pengeluaran dengan gaji yang pas-pasan. Setiap bulan dia mendapatkan gaji sebesar Rp2,8 juta. Dengan gaji sebesar itu, digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar sewa kos dan ditabung.
"Aku kan per bulan itu dapat gaji Rp2,8 juta. Satu juta aku tabung, Rp550 ribu untuk bayar kos, ada yang dikasih ke ortu (orang tua), sisanya buat jajan. Menurutnya itu sudah hemat. Misal Rp1 juta buat jajan, kadang uang yang ku pakai itu masih sisa. Tapi kalau sisa gak kutabung, dipakai shopping," tutur Rima.
2. Cari kerjaan sampingan

Dengan gaji yang pas-pasan, kata Rima, dia juga kadang mencari kerjaan sampingan atau side job. Misalnya ada yang mau dikerjakan skripsi atau tugas kuliah. Dari kerjaan sampingan itu, mendapatkan penghasilan tambahan sehingga membantu dalam menghemat pengeluaran dari gaji.
Perempuan asal Lombok Timur ini merupakan perantau dari Lombok Timur. Terkadang setiap minggu pulang kampung atau dititipkan makanan dari rumah seperti mi instan, telur dan beras. Sehingga dapat menghemat pengeluaran sebagai anak kos di Mataram.
Rima mengaku menerapkan frugal living sejak masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah. Apalagi pada waktu itu ketika wabah COVID-19 melanda Indonesia, mau tidak mau harus bisa berhemat.
Setiap bulan dia dikirimkan uang sebesar Rp1,5 juta oleh orang tuanya. Uang tersebut digunakan untuk bayar kos Rp500 ribu, sisanya untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan mendesak saat kuliah. Tetapi dia bisa menyimpan sisa uang belanja sebesar Rp200 ribu per bulan.
"Pas semester VI aku sudah ikut kampus mengajar. Sudah ada side job tapi sudah menjanjikan, bisa juga aku tabung. Dulu aku kuliah sambil kerja," ungkap Rima.
3. Harus punya tabungan meskipun gaji pas-pasan

Rima mengatakan harus ada gaji yang sisihkan untuk kebutuhan masa mendatang, salah satunya dengan investasi emas. Dia memilih investasi emas karena nilainya tidak akan turun. Bahkan nilainya akan berlipat ganda jika disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Ditanya alasannya lebih memilih investasi emas ketimbang menabung di bank, Rima mengatakan takut kebablasan dalam menggunakan uang. Apalagi sekarang ada dompet digital, m-banking dan lainnya.
"Jadi tiap bulan rekening bank hanya cek ATM buat lihat gaji saja," tuturnya.