Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ditemukan Tewas di Markas, Polisi Asal Larantuka Diduga Dibunuh Juniornya
Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (Valdo) di Markas Polairud Baharkam Polri. (Dok istimewa)
  • Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai ditemukan tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, 16 Oktober 2026; seorang junior telah ditahan dan menjadi tersangka pembunuhan berencana.

  • Kuasa hukum keluarga menyoroti kejanggalan, termasuk bekas tembakan dan luka senjata tajam, serta meminta keterlibatan pelaku lain, motif, dan penggunaan tiga senjata diungkap transparan.

  • Jenazah Valdo dipulangkan ke Larantuka, Flores Timur, dan disambut ribuan warga. Polri menyampaikan belasungkawa serta berkomitmen melanjutkan proses hukum secara transparan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai ditemukan tewas dalam dugaan pembunuhan berencana di Markas Polairud Baharkam Polri. Seorang junior korban telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.
  • Who?
    Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai menjadi korban. Unit Jatanras Polda Metro Jaya menahan seorang juniornya sebagai tersangka. Keluarga korban didampingi pengacara Petrus Bala Pattyona dan Wili Watu.
  • Where?
    Korban ditemukan tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Jenazah kemudian dipulangkan ke Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Valdo ditemukan tewas pada Jumat, 16 Oktober 2026. Jenazah tiba di Bandara Gewayantana, Larantuka, pada Sabtu, 17 Oktober 2026 sekitar pukul 13.20 WITA.
  • Why?
    Motif pembunuhan per saat ini masih belum diketahui. Kuasa hukum keluarga meminta pengungkapan transparan atas dugaan keterlibatan pelaku lain dan sejumlah kejanggalan, termasuk luka tembak serta luka senjata tajam.
  • How?
    Polisi menyatakan kasus ini sebagai pembunuhan berencana. Kuasa hukum menyebut terdapat dugaan penggunaan sangkur dan dua senjata laras panjang. Proses hukum masih berlanjut dan Polri menyatakan akan menanganinya secara transparan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi bernama Valdo ditemukan meninggal di markas polisi di Tangerang Selatan. Polisi menahan junior Valdo sebagai tersangka. Keluarga Valdo dan pengacaranya ingin semua pelaku dan alasan kejadian ini dibuka dengan jelas. Jenazah Valdo sudah dibawa pulang ke Larantuka. Polisi berkata penyelidikan masih terus berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times — Kasus polisi bunuh polisi kembali terjadi. Terbaru korbannya Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (Valdo) yang ditemukan tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026). Sementara ini Unit Jatanras Polda Metro Jaya telah menahan seorang juniornya dan telah ditetapkan sebagai tersangka kematian Bharatu Valdo.

Brigjen Dadan, Dirpoludara Korpolairud Baharkam membenarkan kasus ini dan menyebutnya sebagai pembunuhan berencana. Hal ini ditanggapi pengacara keluarga, Petrus Bala Pattyona, dalam press rilisnya. Ia menyatakan pihaknya turut mengumpulkan informasi, keterangan, dan bukti yang terkait dengan kasus ini agar mendapat titik terang.

1. Ungkap kejanggalan

Pengacara keluarga Valdo, Petrus Bala Pattyona. (Dok istimewa)

Petrus mewakili keluarga menanggapi pernyataan Polri tersebut dan ingin pelaku lainnya dapat terungkap. Ia menyebut kasus seperti tidak mungkin dilakukan oleh seorang junior sendiri sehingga harus dibuka secara transparan. Kuasa hukum menyebut adanya bekas tembakan dan luka akibat senjata tajam pada tubuh korban.

"Kami berharap ini dibuka secara terang siapa saja pelakunya, apa saja motivasinya, karena pembunuhan berencana ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang karena banyak kejanggalan. Ada sekitar tiga senjata yang digunakan pelaku yaitu sangkur dan dua laras panjang," ungkapnya.

Berangkat dari kejadian itu, tukasnya, ia meminta Kapolri Suyudi memberikan atensi khusus dan penuntasan kasus ini secara transparan.

2. Singgung kasus Fredy Sambo

Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (Valdo) di Markas Polairud Baharkam Polri. (Dok istimewa)

Timnya sendiri akan mengawal proses pengungkapan kasus ini dan proses hukumnya. Ia berharap kasus ini ikut diawasi oleh seluruh elemen masyarakat.

"Jangan sampai ditutup-tutupi!," tandasnya.

Tim pengacaranya, Wili Watu juga menegaskan perlunya pengungkapan lebih dalam apabila ada keterlibatan pihak lainnya sebagaimana kasus Ferdy Sambo yang temuan awalnya ternyata bagian dari rekayasa kasus pembunuhan.

"Kami tidak mau ini menjadi seperti kasus Sambo kedua karena korban dan pelaku berada dalam satu institusi. Bagaimana janji dari Polri sendiri untuk diungkapkan seterang-terangnya. Kami menunggu itu dan berharap ada keadilan," tukasnya.

3. Jenazah dipulangkan ke Larantuka

Polres Flores Timur mengunjungi rumah duka Bharatu Valdo. (Dok Polres Flores Timur)

Jenazah Valdo telah dipulangkan ke Flores Timur dengan pesawat Polri Casa P-4101 dan tiba di Bandara Gewayantana, Larantuka, disambut ribuan warga, Sabtu (17/10/2026), sekitar pukul 13.20 WITA.

Kapolres Flores Timur AKBP I Gede Putra Yase turut menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa mewakili keluarga besar Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri apabila terdapat kekurangan dalam proses pengantaran jenazah. Kapolres Flores Timur melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado juga menyampaikan komitmen Polri memastikan proses hukum terkait peristiwa ini.

"Proses hukum terkait penyebab almarhum meninggal dunia akan tetap berlanjut secara transparan dan menjadi perhatian pimpinan Polri," ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article