Kedatangan ofisial dan kru MotoGP di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Senin malam (5/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia, mengatakan penyambutan dengan kesenian dan pakaian adat tersebut merupakan bentuk keramahan masyarakat NTB. Sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada dunia internasional.
“Melalui momentum MotoGP ini, kita ingin menunjukkan bahwa NTB tidak hanya memiliki sirkuit berkelas dunia, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi daya tarik tersendiri. Penyambutan melalui Genggong, Gendang Beleq, serta barisan masyarakat dengan pakaian adat Lombok dan Sumbawa merupakan wujud identitas dan keramahan masyarakat NTB dalam menyambut tamu dari berbagai negara,” kata Aulia.
Dia mengatakan bahwa MotoGP bukan hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif NTB. Aulia berharap kehadiran MotoGP dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM, hingga berbagai atraksi dan destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa.
“Kita ingin para riders, kru, dan seluruh tamu yang datang tidak hanya merasakan atmosfer balap MotoGP, tetapi juga mendapatkan pengalaman tentang budaya dan keramahan masyarakat Lombok dan Sumbawa. Ini menjadi bagian dari promosi pariwisata kita,” ujarnya.
Penyambutan para pembalap dengan musik Genggong, Gendang Beleq, serta pakaian adat Lombok dan Sumbawa menjadi simbol perpaduan antara sport tourism dan kekayaan budaya lokal. Aulia menambahkan bahwa kehadiran event olahraga kelas dunia tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi NTB sebagai salah satu destinasi pariwisata dan sport tourism unggulan Indonesia.
“Momentum ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin. MotoGP menjadi etalase bagi NTB untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, kuliner, serta produk ekonomi kreatif kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” tambahnya.
Kedatangan para pembalap membuat atmosfer MotoGP 2026 di Lombok semakin terasa. Selain menyaksikan persaingan para pembalap dunia di lintasan, para wisatawan yang datang juga diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, budaya, tradisi, dan keramahan masyarakat NTB.