Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Diduga Gegara Persoalan Uang, Mahasiswa Asal Korleko Lotim Bunuh Diri

Tempat korban gantung diri (IDN Times/Istimewa)
Tempat korban gantung diri (IDN Times/Istimewa)

Lombok Timur, IDN Times – Seorang warga Dusun Gubuk Baret, Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri pada Kamis, (20/4/25) sekitar pukul 14.00 WITA. Korban yang telah meninggal dunia tersebut bernama Omi Satriandi, seorang mahasiswa berusia 28 tahun.

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Karena korban diketahui merupakan mahasiswa teladan.

1. Kronologi kejadian

Warga Korleko saat mendatangi rumah korban (IDN Times/Istimewa)
Warga Korleko saat mendatangi rumah korban (IDN Times/Istimewa)

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh ibu korban, Sumaini (59 tahun), yang baru saja pulang ke rumah. Saat memasuki kamar anaknya, Sumaini terkejut melihat Omi tergantung menggunakan tali nilon yang terikat pada kayu utama plafon kamar. Sumaini segera meminta bantuan dari Hensy Suryani (43 tahun), bibi korban, yang tinggal di rumah sebelah.

Warga sekitar yang melihat Sumaini berlari sambil menangis pun turut berdatangan ke rumah korban dan membantu menurunkan Omi dari gantungan. Namun, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa dan tidak sempat dibawa ke Puskesmas.

2. Diduga akhiri hidup karena uang yang dipinjamkan tidak kunjung dikembalikan

Petugas kepolisian mendatangi rumah korban (IDN Times/Istimewa)
Petugas kepolisian mendatangi rumah korban (IDN Times/Istimewa)

Menurut keterangan saksi, Hensy Suryani, korban diduga mengakhiri hidupnya karena uang yang dipinjamkan kepada seseorang tidak kunjung dikembalikan. Karena belakangan ini korban sering mengeluh karena uangnya dipinjam oleh seseorang namun belum dikembalikan.

"Belum dapat dipastikan apakah hal ini berkaitan langsung dengan kejadian tersebut," ungkap Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Usman.

Sementara itu, Tim Kanit Reskrim bersama anggota piket dan INAFIS Polres Lotim segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah tiba di TKP, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan bahwa korban sudah meninggal dunia.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meskipun petugas menyarankan untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian, keluarga korban menolak dan menerima kejadian ini sebagai takdir tuhan.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan keluarga menerima ini sebagai musibah," ungkap Nicolas.

3. Hotline RSJ Mutiara Sukma jika merasa ingin bunuh diri

Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Mataram (IDN Times/Muhammad Nasir)
Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Mataram (IDN Times/Muhammad Nasir)

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Bagi warga NTB, Anda bisa menghubungi hotline pencegahan bunuh diri RSJ Mutiara Sukma pada nomor 087757972020 atau melalui aplikasi di playstore. Pengguna android bisa mengunduh aplikasi Mutiara Sukma RSJMS lalu memilih layanan Lapor Budir. Anda akan diarahkan untuk konsultasi secara gratis dengan dokter atau psikiater berpengalaman melalui aplikasi tersebut.

Selain itu, layanan konseling kesehatan jiwa juga tersedia di rumah sakit umum, puskesmas, biro psikologi, dan juga melalui online. terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Ruhaili
Linggauni -
EditorLinggauni -
Ruhaili
EditorRuhaili
Follow Us