BKPM Targetkan Investasi di NTB Rp61 Triliun, DPMPTSP Minta Direvisi

Mataram, IDN Times - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau Kementerian Investasi menargetkan realisasi investasi di NTB pada 2025 sebesar Rp61,09 triliun. Target realisasi investasi di NTB tahun 2025 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar Rp26,9 triliun.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Wahyu Hidayat mengatakan bahwa target yang dibebankan BKPM tahun ini memang cukup berat. Untuk itu, DPMPTSP NTB meminta agar target realisasi investasi di NTB tahun 2025 supaya direvisi atau dilakukan penyesuaian sesuai kondisi saat ini.
"Kemarin kami minta dipertimbangkan kembali target Rp61,09 triliun itu. Kita minta disesuaikan dulu. Dengan kondisi seperti ini , bagaimana cara kita mengejar target sebesar itu," kata Wahyu dikonfirmasi usai serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2025-2030 di Kantor DPRD NTB, Rabu (5/3/2025) petang.
1. BKPM melihat sektor tambang

Target realisasi investasi di NTB 2025, kata Wahyu, kemungkinan BKPM melihat sektor tambang. Namun, dia mengatakan investasi sektor tambang tahun ini kemungkinan tidak seperti tahun sebelumnya. Karena pembangunan smelter emas dan tembaga milik PT Amman Mineral di Sumbawa Barat telah tuntas pada 2024.
Ditanya potensi investasi industri turunan smelter, Wahyu mengatakan memang ada ada potensinya. "Tetap kita kejar potensi investas industri turunan tambang," jelasnya.
2. Dana dekonsentrasi dan DAK sudah tidak ada

Dia menjelaskan realisasi investasi sebesar Rp54,5 triliun tahun 2025 dari target Rp26,9 triliun dicapai pada kondisi normal. Sedangkan tahun ini, banyak dilakukan efisiensi anggaran yang akan berpengaruh terhadap capaian realisasi investasi 2025.
"Tahun kemarin targetnya Rp26,9 triliun, sekarang menjadi Rp61 triliun. Tapi capaian realisasi investasi 2024 sebesar Rp54,5 triliun dengan kondisi yang ideal. Dengan apa-apa bisa kita upayakan. Tapi kalau sekarang saya belum bisa bicara banyak," ucapnya.
Untuk mengejar target realisasi investasi sebesar Rp61 triliun, kata Wahyu, maka DPMPTSP harus turun ke lapangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, DPMPTSP mengandalkan dana dekonsentrasi dan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk mengejar target realisasi yang dibebankan BKPM.
"Untuk mengejar angka itu kita harus turun lapangan dan lain sebagainya. Kami dulu mengandalkan dekonsentrasi dan DAK. DAK sudah gak ada sekarang," tuturnya.
3. Realisasi investasi NTB 2024 mencapai 202 persen

DPMPTSP NTB mencatat realisasi investasi sepanjang 2024 menembus angka Rp54,5 triliun. Realisasi investasi di NTB mencapai 202 persen dari target yang dibebankan Kementerian Investasi atau BKPM sebesar Rp26,9 triliun pada 2024.
Sedangkan dalam RPJMD NTB, target realisasi investasi pada 2024 sebesar Rp25,4 triliun, realisasinya melampaui target sebesar 214,7 persen. Dengan realisasi investasi sebesar Rp54,5 triliun, kata Wahyu, mampu menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 15.590 orang.
Selain itu, tercatat juga 221 tenaga kerja asing yang bekerja di NTB.
Realisasi investasi sektor pertambangan atau energi dan sumber daya mineral (ESDM) paling tinggi pada 2024.
Pihaknya mencatat realisasi sektor ESDM menembus angka Rp37,9 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp30,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp7,6 triliun.
Kemudian disusul investasi sektor perindustrian menembus angka Rp10,03 triliun, terdiri dari PMDN sebesar Rp9,8 triliun dan PMA sebesar Rp182,9 miliar. Berikutnya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menembus angka Rp4,07 triliun, terdiri dari PMDN Rp1,3 triliun dan PMA Rp2,6 triliun.
Selanjutnya investasi sektor perdagangan menembus angka Rp1,3 triliun, terdiri dari PMDN Rp1,2 triliun dan PMA Rp144,2 miliar.
Selain itu, sektor transportasi realisasi investasi mencapai Rp267,2 miliar, ketenagakerjaan Rp280,1 miliar, kelautan dan perikanan Rp274,1 miliar, PUPR Rp164,5 miliar, peternakan, pertanian dan perkebunan Rp53,6 miliar dan sektor-sektor lainnya.