Bezzecchi Tanggapi Tepuk Tangan Sinis Raul usai Crash Bersama di Mandalika

Marco Bezzecchi melihat Raul Fernandez bertepuk tangan usai keduanya terjatuh pada sprint MotoGP Mandalika 2026, lalu menanggapinya dengan candaan soal reaksi saat marah.
Bezzecchi meminta maaf bila Raul marah, tetapi menyebut Raul menyenggol roda belakang motornya; ia menilai kontak tersebut sebagai insiden balapan yang sulit dihindari.
Meski sedih karena merasa tampil baik sebelum kecelakaan, Bezzecchi tidak ingin memperpanjang perdebatan dan memilih fokus menghadapi balapan utama pada Minggu.
Lombok Tengah, IDN Times - Marco Bezzecchi menanggapi dengan candaan aksi Raul Fernandez yang bertepuk tangan di depannya setelah keduanya jatuh pada sprint MotoGP Mandalika 2026. Ia mengaku melihat gestur Raul seusai kecelakaan pada Sabtu (10/10/2026).
Bezzecchi menilai seseorang bisa menunjukkan reaksi berbeda ketika sedang marah. Ia kemudian berkelakar bahwa Raul mungkin bertepuk tangan karena menganggap dirinya orang yang baik.
Candaan itu muncul ketika Bezzecchi menjawab pertanyaan wartawan setelah sprint. Ia tetap menilai kontak dengan Raul sebagai insiden balapan dan memilih fokus untuk balapan berikutnya.
“Jadi saya melihatnya bertepuk tangan dan mungkin dia berpikir bahwa saya orang yang baik, bahwa saya pria yang baik, jadi saya senang untuk ini,” ujarnya usai Sprint Race pada Sabtu (10/10/2026).
1. Mengaku melihat tepuk tangan Raul

Pembalap MotoGP, Marco Bezzecchi. (IDN Times/Linggauni) Saat ditanya apakah Bezzecchi melihat Raul bertepuk tangan di depannya setelah kecelakaan, Bezzecchi mengonfirmasi bahwa ia melihat aksi itu. Pertanyaan itu muncul setelah pembahasan tentang kontak yang membuat keduanya jatuh. Bezzecchi kemudian menjawab sambil menyisipkan kelakar tentang reaksi saat seseorang marah.
Ia menyebut reaksi dalam keadaan marah bisa berbeda dari sikap seseorang ketika sedang tenang. Bezzecchi juga berkelakar bahwa dirinya mungkin termasuk orang yang paling bisa membenarkan hal itu.
“Oh itu normal untuk menunjukkan semacam reaksi ketika kamu (orang, red) sedang marah yang mungkin pada saat normal, kamu tidak bisa melakukannya (marah-marah),” ujarnya usai Sprint Race, Sabtu (10/10/2026).
2. Meminta maaf jika Raul marah

Pembalap MotoGP, Marco Bezzecchi. (IDN Times/Linggauni) Bezzecchi menyampaikan permintaan maaf jika Raul marah kepadanya. Ia tetap menyebut bahwa Raul dekat dengan motornya dalam insiden itu. Ia mengatakan kontak terjadi pada roda belakang ketika keduanya berada sangat dekat.
Bezzecchi tidak ingin persoalan itu berkembang menjadi saling menyalahkan. Ia menilai keduanya sama-sama tidak bisa menghindar dari situasi yang terjadi di lintasan.
“Jadi, itulah yang saya lakukan dan jika Raul marah, saya minta maaf, tapi jujur, itu dia nyerempet saya,” ujarnya.
3. Menjaga fokus untuk balapan utama

Pembalap MotoGP, Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika. (IDN Times/Linggauni) Bezzecchi tetap mengakui rasa sedih setelah kecelakaan karena merasa telah bekerja dengan baik sebelum sprint. Namun, ia menganggap insiden seperti itu merupakan bagian dari balapan.
Ia tidak ingin menghabiskan energi untuk memperdebatkan kejadian dengan Raul. Bezzecchi memilih memusatkan perhatian pada balapan Minggu (11/10/2026). Ia juga menyebut respons di garasi berlangsung normal. Menurut Bezzecchi, tidak ada reaksi besar setelah kecelakaan.
“Jadi, begitulah adanya, maksud saya, saya tidak ingin membuang energi untuk ini. Saya ingin fokus untuk besok,” ujarnya.






















