Anak yang Nikah dengan Kakek di Lombok Diduga Keterbelakangan Mental

Lombok Tengah, IDN Times - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lombok Tengah telah menelusuri perkawinan anak antara seorang kakek dengan anak yang viral di media sosial pekan lalu. LPA Lombok Tengah bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mendatangi rumah pengantin laki-laki di wilayah Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
Ketua LPA Lombok Tengah, Sugeng Dwi Raharjo mengatakan pernikahan antara seorang kakek berusia 60 tahun dan gadis 17 tahun itu bersifat kasuistis. Ada pertimbangan kemanusiaan yang menjadi alasan orang tuanya menikahkan sang anak. LPA mendapatkan informasi bahwa anak tersebut diduga mengalami keterbelakangan mental
"Memang ada hal-hal yang menjadi pertimbangan kemanusiaan kenapa dia menikahkan anak perempuannya," kata Dwi dikonfirmasi IDN Times, Kamis (15/9/2022).
1. Sebelumnya ada perjanjian

Dwi mengungkapkan bahwa memang sebelumnya sudah ada perjanjian. Dimana, sang anak akan dinikahkan ketika usianya sudah cukup 19 tahun sesuai UU Perkawinan. Kedua keluarga sudah sanggup mengenai hal ini
"Tapi ternyata, anak perempuan ini mau menikah dan anak ini punya keterbelakangan mental. Akhirnya kami waktu itu memberi pertimbangan. Ini bersifat kasuistik," tutur Dwi.
2. LPA akan bawa psikolog

Rencananya pada Sabtu (17/9/2022) LPA Lombok Tengah akan kembali mendatangi rumah pengantin tersebut bersama psikolog. Tujuannya untuk mengetahui kejiwaan anak tersebut.
Dwi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
"Mereka juga akan menurunkan timnya untuk memeriksa anak itu. Jika masih memungkinkan akan memasangkan alat kontrasepsi yang sesuai dengan usia dan bentuk anak itu," terangnya.
3. Usia anak beda 35 tahun dengan suaminya

Dwi mengungkapkan usia anak tersebut dengan suaminya terpaut 35 tahun. Suaminya berusia 60 tahun, sedangkan istrinya baru 17 tahun. Karena masih di bawah umur, maka LPA mengupayakan penundaan kehamilan anak tersebut.
"Setelah penundaan kehamilan juga agar anak itu bisa melanjutkan pendidikan. Kita bisa bekerja sama dengan beberapa lembaga untuk itu, misalnya pendidikan paket C," ujar Dwi.









![[QUIZ] Seberapa Baik Kamu Menenangkan Hati dan Pikiran saat Overwhelmed?](https://image.idntimes.com/post/20251119/pexels-lee-starry-1667861-8734339_e14aed4b-5247-4b69-a3f2-e473b27ca638.jpg)
![[QUIZ] Masihkah Kamu Menemukan Harapan di Tengah Masa Sulit?](https://image.idntimes.com/post/20251118/pexels-sergeymakashin-5444896_4b71514d-4b2e-4ae2-a823-e90e0e193322.jpg)
![[QUIZ] Cari Tahu Seberapa Besar Kamu Bersyukur dalam Hidup Ini, Yuk!](https://image.idntimes.com/post/20251201/pexels-vlada-karpovich-5357331_55d0d38f-c2df-48aa-86a9-0843815ae1a4.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Baik Kamu Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Tak Mendukung?](https://image.idntimes.com/post/20251206/pexels-elevate-1267254_640feff3-0e46-426d-b80b-be27698aa72d.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Terjebak dalam Kebiasaan Menyenangkan Semua Orang?](https://image.idntimes.com/post/20251206/pexels-ivan-s-5428987_3f241e83-ebe1-4239-af29-00f5a289cf7c.jpg)

![[QUIZ] Sudah Sejauh Mana Kamu Bangkit setelah Dikhianati?](https://image.idntimes.com/post/20251207/pexels-eyupcan-timur-424989336-33765838_ce56dca4-280a-41c5-b711-66d0d84bdc07.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Terlalu Cepat Menjadi Dewasa? Kenali Tandanya!](https://image.idntimes.com/post/20251211/pexels-keira-burton-6624296_4c5bb802-88d1-4f2e-a552-d1847e77ef11.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Masih Merasa Aman Menjadi Diri Sendiri?](https://image.idntimes.com/post/20251207/pexels-megan-ruth-192440753-12922259_94c2d24f-a45d-4d56-b80b-55d6b19ef8c0.jpg)

![[QUIZ] Sudahkah Kamu Mengelola Overthinking dengan Cara yang Tepat?](https://image.idntimes.com/post/20251211/pexels-michael-obstoj-1772571864-31853052_094260c6-74be-4f83-b1b6-b6dd043fbf7c.jpg)