Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

29 Desa di Bima Masih Belum Terjangkau Jaringan Internet

Foto pemukiman Desa Wadukopa, satu diantara desa yang belum merdeka signal di Kabupaten Bima (IDN Times/Juliadin Jd)
Foto pemukiman Desa Wadukopa, satu diantara desa yang belum merdeka signal di Kabupaten Bima (IDN Times/Juliadin Jd)

Bima, IDN Times - Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan sebanyak 29 desa setempat belum terjangkau jaringan internet. Ketiadaan jaringan internet yang membuat ponsel smartphone warga pun menjadi tidak berguna. 

"Masih ada 29 desa di Bima yang masih lemah signal," kata Kabid PTIK Dinas Komfotik Kabupaten Bima Muhammad dikonfirmasi IDN Times, Jumat (4/8/2023).

1. Jumlah pengguna HP android meningkat

Foto Kabid PTIK Diskominfotik Kabupaten Bima, Muhammad (IDN Times/Juliadin)
Foto Kabid PTIK Diskominfotik Kabupaten Bima, Muhammad (IDN Times/Juliadin)

Muhammad mengatakan, sebenarnya sudah dibangun 32 unit tower base transceiver station (BTS) 4G Bakti yang menyebar di Kabupaten Bima. Namun tidak maksimal dirasakan masyarakat, karena kapasitas volume BTS rendah akibat dari tingginya jumlah pengguna HP android.

"Dampaknya ke pengguna android, mereka merasakan kesulitan mengakses internet. Mana bisa akses, sementara signalnya lemah," bebernya.

2. BTS yang ada tidak ditingkatkan kapasitas

Foto pemancar jaringan di Kecamatan Asakota Kota Bima. (IDN Times/Juliadin)
Foto pemancar jaringan di Kecamatan Asakota Kota Bima. (IDN Times/Juliadin)

Menurut Muhammad, dengan adanya peningkatan pengguna android harus diiringi dengan penambahan kapasitas BTS. Agar pancaran signal yang dihasilkan bisa dinikmati oleh masyarakat tanpa gangguan.

Namun pada faktanya, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik. Pada 32 BTS yang ada, kapasitas volume tidak ditingkatkan oleh pihak Bakti Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

"Kalau sudah ditingkatkan kapasitasnya, gak mungkin lemah signal. Mungkin saja kapasitas setiap tower itu masih menggunakan kapasitas sejak BTS itu dibangun," jelas dia.

3. Sering bersurat minta tingkatkan kapasitas ke Kemkominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Terkait hal ini, Muhammad mengaku sering bersurat ke Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi masyarakat, serta ke Bakti Kementerian Kominfo. Ia meminta agar kementerian bisa meningkatkan kapasitas BTS 4G Bakti pada 31 desa di wilayah Kabupaten Bima.

"Terakhir kami bersurat pada 18 Juli lalu. Tapi sampai sekarang hasilnya belum ada," jelasnya.

Permintaan peningkatan kapasitas ini diharapkan segera terealisasi. Jika bukan semua, paling tidak sebagian diakomodasi untuk ditingkatkan kapasitasnya.

Agar penduduk pada 29 desa itu merdeka signal.

4. Nama desa yang belum merdeka signal

Foto kawasan perkampungan Desa Talapiti Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima yang belum merdeka signal (Dok/Istimewa)
Foto kawasan perkampungan Desa Talapiti Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima yang belum merdeka signal (Dok/Istimewa)

Berikut nama-nama desa yang belum merdeka signal. Antara lain tiga desa di Kecamatan Parado, yakni Desa Lere, Kanca dan Wane. Kemudian di Kecamatan Langgudu yakni Desa Karampi, Kangga, Dumu, Sambane, Saraeruma, Pusu, Doro O'o, Kawuwu dan Waduruka.

Selanjutnya di Kecamatan Wera yakni Desa Kalajene dan Pai. Kemudian di Kecamatan Tambora yang belum merdeka signal seperti Desa Oi Bura, Kawinda To'i dan Oi Katupa.

Selanjutnya di Kecamatan Ambalawi yakni Desa Talapiti, Mawu hingga Desa Kole. Sementara di Kecamatan Lambu seperti Desa Hidi Rasa dan Mangge.

Kemudian di Kecamatan Sanggar, Sape, Lambitu, Wawo, Soromandi dan Madapangga masing-masing terdapat satu desa yang belum merdeka signal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Sri Gunawan Wibisono
Juliadin JD
EditorJuliadin JD
Follow Us