TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Orang Tua Jadi TKI, Bayi 1 Tahun di Bima Dianiaya hingga Tewas

Tersangka terancam penjara 15 tahun dan denda Rp3 miliar

Foto Kapolres Bima Kota, AKBP Yudha Pranata saat konferensi pers kasus pembunuhan balita (IDN Times/Juliadin)

Kota Bima, IDN Times - Penyidik Satreskrim Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB), menetapkan seorang pria berinisial RD (38) sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan seorang bayi berusia 1,3 tahun, Jumat (16/8/2024).

Pelaku menganiaya korban di tempat kejadian perkara (TKP) Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

1. Terancam penjara 15 tahun

Foto tersangka RD (IDN Times/Juliadin)

Kapolres Bima Kota Ajun Komisaris Besar Pol Yudha Pranata menjelaskan, motif tersangka melakukan tindakan keji ini karena tersulut emosi. RD kesal balita malang tersebut menangis pada malam hari, yang akhirnya mendorongnya melakukan penganiayaan yang berujung pada kematian korban.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda hingga Rp3 miliar,” ujarnya saat konferensi pers.

Baca Juga: 346 Warga Bima Jadi Korban Gigitan Anjing Suspek Rabies

2. Tersangka emosi karena korban menangis

Hasil autopsi yang dilakukan di Mataram menunjukkan adanya sejumlah luka luar dan dalam pada tubuh korban. Luka-luka tersebut diyakini menjadi penyebab kematian balita tersebut, sehingga RD resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik masih mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini,” tambahnya.

Yudha mengungkapkan bahwa kasus ini bermula pada 5 Agustus 2024, ketika korban sedang tidur di kamar rumah tersangka bersama anaknya sekitar pukul 21.30 WITA. Korban tiba-tiba menangis memicu kemarahan RD, yang kemudian masuk ke kamar dan menganiaya balita tersebut dengan cara yang sadis.

Berita Terkini Lainnya